New Normal di Kota Batu

Inilah Hasil Rapat Gubernur Jatim dan 3 Kepala Daerah Malang Raya Terkait Transisi Menuju New Normal

Berikut hasil Rapat Koordinasi yang dipimpin Gubernur Jatim & tiga kepala daerah Malang Raya tentang evaluasi pelaksanaan transisi menuju new normal.

Shutterstock
New normal, kebiasaan-kebiasaan baru saat pandemi virus corona. 

TRIBUNMADURA.COM, KOTA BATU - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu, M Chori menjelaskan beberapa poin penting hasil Rapat Koordinasi yang dipimpin Gubernur Jawa Timur dan tiga kepala daerah Malang Raya tentang evaluasi pelaksanaan masa transisi menuju kenormalan baru atau new normal di Malang Raya sampai hari keenam oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Diterangkan M Chori, dari sisi aspek epidemilogi, salah satu syarat penerapan kenormalan baru apabila indeks penularan virus Covid-19 atau basic reproduction number (R0) di bawah angka 1.

Oleh karena itu perlu dilakukan treatment untuk menurunkan angka R0 dengan melakukan intervensi.

32 TKI Ilegal asal Sampang Dipulangkan dari Malaysia di Tengah Pandemi Corona, Begini Kondisi Mereka

Belanja Sembako Murah di Lumbung Pangan Jatim Kini Bisa Lewat WA, Bayar di Tempat dan Gratis Ongkir

Ramalan Zodiak Minggu 7 Juni 2020, Taurus Sangat Sibuk, Cancer Punya Peluang Pindah ke Rumah Baru

“Setelah intervensi dilakukan, maka istilah yang digunakan bukan R0, tapi Rt atau angka Reproduksi Efektif pada waktu tertentu. Berdasarkan hasil evaluasi di Malang Raya, angka Rt masih 1,23 artinya satu orang pasien positif Covid-19 bisa menulari 1 sampai 2 orang lain,” kata M Chori, Minggu (7/6/2020).

Mengingat angka Rt masih diatas 1, sehingga masih belum bisa menuju kenormalan baru. Dengan kata lain masih perlu dilakukan treatment lagi untuk menurunkan Rt supaya di bawah angka 1, salah satunya dengan memperpanjang masa transisi menuju kenormalan baru selama 7 hari lagi.

M Chori juga menerangkan aspek perubahan perilaku masyarakat. Katanya, masih ditemui masyarakat yang belum disiplin mematuhi protokol kesehatan, contoh tidak memakai masker atau pakai masker kalau ada petugas.

“Terutama di pasar tradisional sebagian masih banyak dijumpai yang tidak pakai masker baik penjual maupun pembeli,” terang M Chori.

Pakai masker tetapi tidak sampai menutup hidung dan mulut dengan alasan sulit bernafas serta masih dijumpai masyarakat memakai masker kurang bersih atau masker medis yang dipakai berulang atau pemakaian masker kain yang kurang bersih.

Selain itu masih dijumpai sebagian masyarakat yang belum menerapkan penjarakan fisik dalam berinteraksi dengan yang lain serta masih terjadi transaksi manual terutama di pasar tradisional dan parkir.

Pertamina EP Asset 4 Siapkan Protokol New Normal, Para Pekerja di Kantor Wajib Lakukan Rapid Test

LOGIN www.prakerja.go.id, Cara Daftar Kartu Pra Kerja Gelombang 4 dan Panduan Swafoto, Bisa Lewat HP

Tempat Nongkrong dan Pasar di Kota Malang Bakal Dijaga Satgas Gabungan saat Masa Transisi New Normal

“Sehingga terjadi kontak fisik, namun tidak dilengkapi dengan sarung tangan, kondisi ini berpotensi terjadi penularan. Selain itu masih dijumpai masyarakat yang cara mencuci tangan kurang sesuai dengan standar,” imbuh Chori.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved