Virus Corona di Jember
Penumpang KA di Kabupaten Jember Keluhkan Biaya Rapid Test Lebih Mahal dari Tiket Kereta Api
Calon penumpang kereta api harus mengeluarkan lebih banyak ari biasanya di masa pandemi virus corona atau Covid-19.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADUA.COM, JEMBER - Calon penumpang kereta api harus mengeluarkan lebih banyak ari biasanya di masa pandemi virus corona atau Covid-19.
Pasalnya, penumpang kereta api harus mengeluarkan tiket kereta api dan biaya rapid test.
Berdasarkan informasi yang diperoleh TribunMadura.com, biaya rapid test Covid-19 lebih mahal dibandingkan tiket kereta api.
Sebagaimana yang diucapkan oleh salah satu penumpang KA Sritanjung yang bernama Puji.
• BREAKING NEWS - Pura-pura Jadi Fotografer, Guru SMP Bojonegoro Perdaya 25 Perempuan untuk Foto Bugil
• Update PPDB SMA/SMK Jatim, Ini Penyebab Kesalahan Siswa hingga Tak Lolos Verifikasi Pengajuan Pin
• Hasil Rapid Test Massal Dinkes Sampang Bersama Pelindo III di Pelabuhan Tanglok, 19 Orang Reaktif
Puji menunggu KA Sritanjung yang hendak membawanya ke Yogyakarta.
Puji mengantar sang ibu untuk menjalani terapi sakit asam urat ke Yogyakarta.
Mereka memilih KA ekonomi Sritanjung.
Biaya satu kali berangkat Rp 94.000 per orang.
Sehingga ia harus membeli tiket kereta api untuk dua orang sebesar Rp 188.000.
Ketika ditanya apakah membawa hasil pemeriksaan rapid, dia mengaku menjawab.
"Iya, ini membawa. Alhamdulillah non reaktif. Tapi biaya rapidnya lebih mahal daripada biaya tiket
kereta," ujar Puji, Jumat (12/6/2020).
• Risma Keluarkan Perwali New Normal, Ada 12 Sektor yang Jadi Perhatian Wali Kota Surabaya
• KATALOG PROMO JSM INDOMARET 12 Juni - 14 Juni 2020, Diskon Beras, Susu, Sabun Mandi & Promo Detergen
• Daftar Harga & Spesifikasi iPhone Juni 2020, iPhone 7 Plus 6,7 Juta, iPhone 11 256GB Rp 17,5 Jutaan
Puji terkekeh dari balik maskernya sambil menggelengkan kepala.
Menurutnya jika tidak ada keperluan penting untuk mengantar sang ibu berobat, dia tidak ingin bepergian.
Apalagi saat ini biaya naik kereta api harus disertai pengeluaran biaya rapid test.
"Total untjk perjalanan sekarang, keluar uang Rp 1 juta lebih," imbuhnya.
Puji membayar rapid test per orang Rp 285.000 di sebuah laboratorium di Kabupaten Jember.
Biaya rapid tets untuk dua orang mencapai Rp 570.000.
Surat keterangan hasil rapid test itu pun hanya berlaku tiga hari.
"Secara lisan diberitahu petugas Lab-nya, katanya berlaku tiga hari," imbuhnya.
Sementara untuk pulangnya, Puji harus naik KA bisnis Ranggajati dari Stasiun Yogyakarta Kota. Tiketnya Rp 360.000 per orang.
Puji harus segera pulang sebelum masa berlaku keterangan rapid-nya berakhir. Sedangkan sang ibu ditinggal di Yogyakarta bersama saudaranya untuk menjalani terapi.
Biaya perjalanan memakai KA bagi dua orang itu tetap lebih murah dibandingkan biaya rapid test.
Hitungan biaya dua orang dengan tiga perjalanan itu, total mencapai Rp 548.000. Sementara biaya rapid test mencapai Rp 570.000.
• PROMO JSM Alfamart Jumat 12 Juni - 14 Juni 2020, Minyak Goreng hingga Susu Harga Hemat Hanya 3 Hari!
• Ramalan Zodiak Jumat 12 Juni 2020, Hari Ini Sebagai Titik Balik Virgo Dalam Kehidupan, Cancer Bosan
• Tambah 12 Kasus Positif Corona di Kota Malang, 1 Pasien Covid-19 Sembuh dan 1 Orang Meninggal Dunia
Dari pantauan TribunMadura.com, biaya rapid test di laboratorium yang dipilih Puji terbilang murah dibandingkan beberapa tempat lain.
Di tempat lain seperti laboratorium dan RS swasta, biaya rapid test berkisar antara Rp 290.000, Rp 350.000, sampai Rp 490.000.
Sehingga itulah biaya rapid test yang dilakukan secara mandiri oleh warga.
Mulai hari ini, PT KAI Daop 9 Jember mulai mengoperasikan empat KA yakni Ranggajati, Tawangalun, Sritanjung, dan Probowangi.