Berita Jawa Timur
Update PPDB SMA/SMK Jatim, Ini Penyebab Kesalahan Siswa hingga Tak Lolos Verifikasi Pengajuan Pin
Wahid Wahyudi mengatakan, sekitar 5 persen siswa dari seluruh kuota kapasitas sekolah di Jawa Timur belum mengambil pin dan tidak lolos verifikasi
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN/SMKN telah dibuka mulai Senin (8/6/2020).
Per hari Jumat (12/6/2020), sudah ada sebanyak 236.150 siswa Jawa Timur yang melakukan pengajuan pin untuk pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA SMK Negeri 2020/2021.
Namun Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan, ada sekitar 5 persen siswa dari seluruh kuota kapasitas sekolah di Jawa Timur belum mengambil pin hingga tidak lolos verifikasi.
Hal ini karena ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan.
• Hasil Rapid Test Massal Dinkes Sampang Bersama Pelindo III di Pelabuhan Tanglok, 19 Orang Reaktif
• Daftar Harga & Spesifikasi iPhone Juni 2020, iPhone 7 Plus 6,7 Juta, iPhone 11 256GB Rp 17,5 Jutaan
• Risma Keluarkan Perwali New Normal, Ada 12 Sektor yang Jadi Perhatian Wali Kota Surabaya
"Sejak dibuka pengajuan pin pada tanggal 8 Juni 2020, hingga hari ini yang sudah mengajukan pin asa sebanyak 236.150 siswa. Atau sudah 95 persen dari kapasitas SMA SMKN di Jawa Timur," kata Wahid Wahyudi.
Total kapasitas SMA Negeri di Jatim ada sebanyak 423 sekolah yang akan menampung sebanyak 121.141 siswa.
Sedangkan untuk SMKN ada sebanyak 292 sekolah yang akan menampung sebanyak 127.845 siswa.
Sehingga total kapasitas SMA SMKN di Jatim akan mampu menampung sebanyak 248.986 siswa.
"Dari yang sudah mengajukan pin untuk pendaftaran yang sudah terverifikasi ada sebanyak 202.909 siswa. Ada beberapa masalah teknis yang akhirnya membuat siswa tidak lolos verifikasi pengajuan pin," kata Wahid Wahyudi.
Masalah yang sering timbul dalam verifikasi adalah ternyata berkas yang diunggah oleh siswa banyak yang mengalami kekeliruan.
Seperti surat keterangan lulus yang diunggah bukan surat kerangan lulus yang diunggah, melainkan justru map dari sekolah.
• KATALOG PROMO JSM INDOMARET 12 Juni - 14 Juni 2020, Diskon Beras, Susu, Sabun Mandi & Promo Detergen
• Pasar Leran Wetan Tuban Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Jumlah Kasus Positif Corona Jadi 64
• Ramalan Zodiak Jumat 12 Juni 2020, Hari Ini Sebagai Titik Balik Virgo Dalam Kehidupan, Cancer Bosan
Kemudian, siswa juga diwajibkan untuk mengunggah KK, namun yang di upload adalah malah foto keluarga bukan berkas kartu keluarga.
"Memang terdengar aneh ya tapi itu yang terjadi. Berkas KK yang diminta yang diunggah justru foto keluarga. Dan macam-macam. Itu yang membuat ada siswa yang belum terverifikasi," kata Wahid Wahyudi.
Saat ini sudah 95 persen siswa yang mendapatkan pin.