Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Thermo Gun, Deteksi Suspect Covid-19, Pakar: Tak Akurat, Ganti Kamera Resolusi di Atas 160x120 Pixel

Pakar teknologi, Muhammad Dheri Maulana Akbar menyampaikan thermal gun bukan alat yang tepat untuk mendeteksi suspect Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengecek suhu tubuh calon penumpang dengan thermo gun di Terminal Kota Bangkalan sebagai upaya pencegahan potensi penyebaran vitus corona, Selasa (17/3/2020) 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pakar Teknologi Thermal Imager ITC dan Ultrasonic Spike, American Society for Nondestructive Testing (ASNT) International, Muhammad Dheri Maulana Akbar menyampaikan thermal gun bukan alat yang tepat untuk mendeteksi suspect Covid-19.

Sebabnya, thermal gun yang digunakan tidak sesuai standar dan berdampak pada keakuratan.

“Sesuai ilmu thermografi thermal imager camera, pastinya memiliki kaidah yang harus dipatuhi guna menunjang keakuratan pengukuran yang mendekati nilai suhu sesungguhnya,” ucap Deri, Sabtu (13/6/2020).

Menurut Deri, terdapat enam parameter yang harus dimiliki oleh sebuah kemera thermal yakni emisivitas, suhu pantul, kelembaban, temperature offset, jarak objek dan suasana suhu.

Ramalan Zodiak Cinta Sabtu 13 Juni 2020: Scorpio Orang Baru akan Datang, Hubungan Asmara Virgo Suram

Melihat Demonstran George Floyd Kena Gas Air Mata, Presiden Donald Trump: Itu Pemandangan yang Indah

Aturan New Normal di Wisata Religi Gresik, Wisatawan Wajib Bawa Surat Sehat dan Hasil Rapid Test

Para pemegang kamera thermal juga wajib mengetahui tata cara penggunaan thermal gun agar hasil yang akurat dapat diperoleh.

“Pertanyaannya apakah pemegang kamera thermal yang mengukur suhu tubuh manusia di tempat keramaian memiliki kompetensi dan skill tersebut?Jawabannya pasti tidak. Karena seluruh parameter pengukuran harus diatur kesesuaiannya dengan Appendix data Internasional yang telah ditetapkan,” kata dia.

Alumnus Universitas Brawijaya (UB) juga menyoroti tidak terintegrasinya thermal gun dengan sistem monitoring online fever screening include dan alarm warning system yang dapat diatur sesuai dengan keinginan.

Belum lagi, mekanisme pengukuran thermal gun di tanah air secara manual yang terlalu dekat dengan wajah bisa mengakibatkan human error mechanics.

“Sehingga orang yang suspect yaitu orang yang memiliki suhu di atas ambang batas manusia normal tidak akan terdeteksi,” jelasnya.

PA 212 dan PKS Tak Mendukung Prabowo Maju Lagi di Pilpres 2024: Prabowo di 2024 Cukup Jadi Negarawan

Pasien Positif Covid-19 Banyuwangi Bertambah 2 Orang, Asal Kecamatan Muncar dan Kecamatan Kalipuro

Nekat Buka Saat Masa Transisi New Normal, 3 Tempat Hiburan Malam di Kota Surabaya Kena Razia

Deri menyarankan pemerintah dan pelaku usaha mulai mengganti thermal gun ke kamera yang minimum memiliki resolusi di atas 160x120 pixel.

Kamera dengan resolusi tersebut memiliki kemampuan mengukur suhu panas tubuh manusia dengan jarak 50 cm hingga dua meter secara akurat tanpa perlu berdekatan.

“Sehingga ketika fokus kita adalah mencari suhu tubuh yang diatas maupun sama dengan 37,5 derajat celsius, secara presisi kamera dengan resolusi ini pasti dapat menemukan secara cepat kurang dari 0.05 detik lengkap dengan alarm warning sistemnya,” ujarnya.

Selain itu, Deri juga menyarankan agar kamera thermal juga dilengkapi dengan sistem kalibrasi yang biasa disebut black body.

Komponen ini berfungsi sebagai kalibrator dalam pengukuran suhu tubuh referensi agar objek panas yang diukur akan secara otomatis dapat bekerja secara sinergis dalam aproksimasi data sampling thermal measurement yang didapatkan dari manusia dan analisa sistem.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved