Satu Keluarga Meninggal Karena Corona

Dua Dokter asal Madura Meninggal Dunia, Satu Orang Positif Covid-19 dan Sisanya Punya Gejala Klinis

Ada dua dokter asal Madura yang meninggal dunia pada masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Instagram/ikatandokterindonesia
Dua dokter asal Madura meninggal dunia - Dua Dokter asal Madura Meninggal Dunia, Satu Orang Positif Covid-19 dan Sisanya Punya Gejala Klinis 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Dua dokter asal Madura dikabarkan meninggal dunia pada masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Kedua dokter yang meninggal dunia itu bernama  Deny Dwi Yuniarto dan Dibyo Hardianto.

Ketua IDI Jatim, Sutrisno mengatakan, Deny dinyatakan meninggal dunia karena terkonfirmasi virus corona.

Sering Dicium Tetangga, Bayi Berusia 35 Hari ini Terinfeksi Virus Corona, Keadaannya Memprihatinkan

Dokter di Sampang Meninggal Dunia Terinfeksi Virus Corona, Tertular dari Orangtua yang Berstatus PDP

Pasangan Suami Istri Sama-Sama Terinfeksi Virus Corona, Dua Puskesmas di Sampang Ditutup Sementara

Sedangkan Hardianto, kata dia, tutup usia dengan memiliki gejala klinis yang mengarah pada positif virus corona.

"Jadi memang satu sudah terkonfrim yang satu swabnya belum keluar tapi gejala klinis mengarah ke Covid-19," kata Sutrisno saat dihubungi, Senin (15/6/2020).

Kata Sutrisno, tiga hari lalu, kedua dokter sempat menjalani perawatan intensif.

Ia pun menduga bahwa dua dokter tersebut bisa terpapar karena keduanya setiap hari berhubungan dengan pasien Covid-19.

"Kan setiap hari dua dokter itu memberi pelayanan pasien Covid-19," kata dia.

"Otomatis selama memberi pelayanan itu mereka tertular," ucapnya.

Pegawai Disdik Gresik Berstatus PDP Meninggal, Layanan di Kantor Dinas Pendidikan Ditutup Sementara

Belakangan, dokter dikabarkan banyak yang tertular Covid-19 setelah menangani pasien positif.

Saat ini di Jawa Timur sendiri, sudah ada 57 orang yang tertular Covid-19. Bahkan yang meninggal sudah 8 jiwa.

Saat disinggung apa penyebabnya, Sutrisno mengatakan bahwa transmisi penularan virus corona di Jawa Timur masih terlampau tinggi. 

"Memang tingkat kematian di Jatim tinggi sekitar 8,3 persen. Artinya transmisi lokal di level masyarakat itu masih banyak," kata Sutrisno.

"Kita tidak lihat kan ada orang tanpa gejala atau gejala ringan, sedang masih banyak dan itu mereka beredar sehingga menularkan ke mana-mana juga," sambung dia.

Polsek Galis Lakukan Pengamanan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Langpanggeng Pamekasan

"Jadi kalau masyarakat tidak protokol kesehatan penularan tambah tinggi jadi makin banyak mengalir ke rumah sakit dan itu yang bikin tenaga kesehatan makin kewalahan," jelasnya. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved