Breaking News:

Virus Corona di Malang

40 Pasien Positif Covid-19 di Kota Malang Berasal dari Klaster Keluarga, 10 Orang Isolasi Mandiri

Sebanyak 40 pasien positif Covid-19 di Kota Malang berasal dari klaster keluarga.

TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati
ILUSTRASI - Suasana simulasi penanganan virus Corona di RS Margono Soekarjo, Purwokerto. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Sebanyak 40 pasien positif Covid-19 di Kota Malang berasal dari klaster keluarga.

Jumlah tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Kota Malang, dr Husnul Muarif kepada awak media, Rabu (17/6).

Dia menyampaikan, bahwa jumlah tersebut didapatkan dari total 10 klaster keluarga penyebaran Covid-19 yang ada di Kota Malang.

Rencana Dibuka Awal Juli 2020, Kebun Binatang Surabaya Siapkan Protokol Kesehatan untuk Pengunjung

Upaya Putus Rantai Penyebaran Covid-19, Pemkab Pamekasan Gelar Rapid Test di Depan Pasar Sore Baru

Uang Rp 1000 Koin Gambar Kelapa Sawit Viral Dibandrol Hingga Jutaan Rupiah, Kolektor Angkat Bicara

"Jumlahnya total sekitar 30-40 orang dari 10 klaster keluarga. Saya tidak ingat angka pastinya. Yang pasti tidak mencapai 50 orang," ucapnya.

Dari data Covid-19 per tanggal 16 Juni 2020 menyebutkan, bahwa kasus Covid-19 di Kota Malang total menjadi 109 kasus.

Dengan rincian 6 orang meninggal dunia, 38 sembuh dan 65 orang masih menjalani perawatan.

Jumlah tersebut termasuk 10 kasus baru positif Covid-19 yang berasal dari klaster keluarga di daerah Mergosono, Kota Malang.

10 orang tersebut kini sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing dengan pengawasan ketat dari petugas dan RT/RW setempat.

Mereka diimbau agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah disaat menjalani isolasi mandiri tersebut.

"Tadi kami bersama pak Wali sudah ke Mergosono dan melakukan koordinasi dengan lurah, camat, puskesmas dan RT/RW setempat. Sekarang tinggal kita lihat progresnya mereka seperti apa. Karena kondisinya mereka sehat," ucapnya.

Terkuak, Uang Rp 1000 Koin Gambar Kelapa Sawit Viral Dijual Puluhan Juta Masih Jadi Alat Bayar Resmi

DMI Atur Salat Jumat 2 Gelombang Berdasarkan Ganjil Genap Nomor HP, Begini Tanggapan Pengurus Masjid

Pemkot Malang Lakukan Rapid Test di Pasar Induk Gadang, 4 Orang Reaktif dan Diminta Isolasi Mandiri

dr Husnul Muarif menjelaskan, bahwa selama menjalani isolasi mandiri tersebut dirinya tidak bisa menjamin dalam hal ketertiban dan kedisplinan.

Oleh karena itu, melalui tim tracing yang telah dibentuk oleh Wali Kota Malang, diharapkan mereka lebih mendapatkan perhatian khusus.

Bukan tidak mungkin, kesepuluh orang tersebut akan menjalani isolasi mandiri di tempat karantina yang telah disediakan oleh Pemkot Malang.

"Maka dari itu kita lihat nanti progressnya bagaiamana. Ukuran rumahnya berapa. Pemasukan mereka bagaimana karena mereka tidak kerja sementara. Di sinilah peran kampung tangguh dalam memasok kebutuhan mereka," tandasnya.

Penulis: Mohammad Rifky Edgar
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved