Bawa Masker Tapi Malas Memakainya, Siap-siap Disuruh Push Up hingga KTP Disita Satpol PP Surabaya

Penindakan bagi orang yang tak mematuhi ketentuan protokol kesehatan digencarkan Pemkot Surabaya.

Satpol PP Surabaya
Satpol PP Surabaya hukum warga yang bandel tak pakai masker dan tak membawa identitas. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Penindakan bagi orang yang tak mematuhi ketentuan protokol kesehatan digencarkan Pemkot Surabaya.

Seperti kedapatan tak memakai masker, KTP warga bisa disita hingga disuruh push up oleh petugas.

Kepala Satpol PP Surabaya Eddy Christijanto mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah berupaya penuh agar kedisiplinan warga terus ditingkatkan.

Selain sosialisasi dan edukasi, tindakan tegas juga bakal diberikan jika terdapat warga yang bandel.

Kota Malang Kembali Catat Tambahan 7 Pasien Baru Virus Corona, Satu Pasien Covid-19 Meninggal Dunia

UPDATE CORONA di Sumenep Minggu 21 Juni 2020, Tambah 1 Kasus, Total Pasien Positif 24 Orang

BREAKING NEWS: Tambah 5 Pasien Positif, PT Tanjung Odi Sumenep Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

"Dalam rangka menciptakan pribadi yang tangguh, kita menciptakan operasi patuh masker," kata Eddy Christijanto saat dikonfirmasi, Minggu (21/6/2020).

Eddy Christijanto menuturkan, jika kedapatan tak pakai masker, petugas Satpol PP Surabaya langsung melakukan penindakan di lokasi.

Misalnya, terdapat warga yang maskernya tak dipakai, padahal dia membawa masker, petugas bakal langsung meminta agar maskernya dipakai.

"Kalau mereka enggak bawa masker, kita lakukan penindakan dengan penyitaan KTP," kata Eddy.

Masalahnya, tak jarang warga yang sudah tak memakai masker, juga tak membawa identitas.

Menurut Eddy Christijanto, ketika menemukan hal itu, pihaknya langsung melakukan penindakan dengan disuruh push up di lokasi, kemudian petugas bakal memberi masker agar dikenakan.

UPDATE CORONA di Sampang Minggu 21 Juni 2020, Tambah 3 Pasien, 79 Orang Positif Covid-19

"Disuruh push up, terus kita berikan masker sebagai bentuk edukasi kepada mereka," ungkap Eddy Christijanto.

Hal itu dilakukan lantaran petugas ingin warga yang bandel itu jera. Sebab, dalam masa transisi new normal ini, protokol kesehatan menjadi yang paling ditekankan dalam Perwali nomor 28 tahun 2020.

Petugas Satpol PP Surabaya disebar diberbagai lokasi, mereka memonitoring kedisiplinan warga dalam melaksanakan protokol kesehatan tersebut. Tak hanya di jalan raya, tapi juga menyasar tempat umum.

"Selama berlakunya Perwali itu akan terus kita lakukan," ujar Eddy Christijanto.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved