5 Pasien Corona PT Tanjung Odi Sumenep

Wakil Ketua DPRD Sumenep Menilai Bupati Abuya Busyro Karim Gagal Tangani Pendemi Covid-19 di Madura

Wakil Ketua DPRD Sumenep, Indra Wahyudi mengkritisi kebijakan Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim dalam menangani pandemi Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Polisi saat melakukan pengecekan pada karyawan gudang pabrik rokok PT Tanjung Odi Kabupaten Sumenep, Kamis (9/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Wakil Ketua DPRD Sumenep, Indra Wahyudi mengkritisi kebijakan Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim dalam menangani pandemi Covid-19.

Menurut Indra Wahyudi, pejabat nomor satu di Kabupaten Sumenep itu tidak melakukan langkah strategis yang komprehensif dalam menangani dampak Covid-19, termasuk pabrik rokok PT Tanjung Odi yang masih beroperasi.

Padahal pabrik rokok PT Tanjung Odi menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

"Ini bentuk kegagalan pemerintah daerah. Tutup saja PT Tanjung Odi," tegas Indra Wahyudi dengan nada geram, Selasa (23/6/2020).

PT Tanjung Odi Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, DPRD Sumenep Desak Pemerintah Tutup Pabrik

Karyawan Positif Virus Corona, PT Tanjung Odi Ogah Stop Produksi, Polres Sumenep Ambil Sikap

Jadi Klaster Baru Covid-19, PT Tanjung Odi Sumenep Tetap Beroperasi, Selamatkan Ekonomi Masyarakat

Indra Wahyudi menyampaikan, penyebaran virus corona di kabupaten Sumenep didukung  oleh PT Tanjung Odi.

Hal itu dikarenakan, manajemen PT Tanjung Odi memutuskan untuk tetap beroperasi sebagaimana biasanya.

Indra Wahyudi menyebut, bentuk ketidaktegasan pemerintah daerah sudah sejak awal tercium.

Ketidaktegasan itu ada meski pemerintah daerah sudah melakukan inspeksi mendadak ke PT Tanjung Odi beberapa waktu lalu,

Namun, nyatanya PT Tanjung Odi tetap beroperasi hingga saat ini, Selasa (23/6/2020).

"Hasilnya terbukti hari ini, pekerja PT Tanjung Odi banyak yang terpapar virus corona," terangnya.

Tak tanggung-tanggung, Indra Wahyudi menilai, telah terjadi tebang pilih, sehingga terjadi ketidakadilan dan melahirkan ketidaktegasan bagi pemerintah daerah.

"Kenapa tempat usaha ekonomi yang lain ditutup. Ada apa?. Terhadap usaha pariwisata dan kafe sangat tegas, tapi perusahaan pabrik tidak ditutup. Padahal sudah jelas menjadi klaster Covid-19," tegasnya.

"Tidak ada jalan lain, tutup PT Tanjung Odi," pintanya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved