Breaking News:

Pilkada Sidoarjo

Pasien Covid-19 di Sidoarjo Bisa Gunakan Hak Suara di Pilkada Serentak 2020, Ada TPS Khusus

Pasien Covid-19 tetap bisa menggunakan hak suaranya dalam pemilihan kepala daerah atau Pilkada Serentak 2020, pada 9 Desember 2020 mendatang.

TRIBUNMADURA.COM/M TAUFIK
Ketua KPU Sidoarjo, M Iskak, di sela acara sosisalisasi PKPU 5/2020 di Sidoarjo, Selasa (23/6/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SIDOARJO - Pasien Covid-19 tetap bisa menggunakan hak suaranya dalam pemilihan kepala daerah atau Pilkada Serentak 2020, pada 9 Desember 2020 mendatang.

Termasuk pasien yang sedang menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit, yang sedang isolasi mandiri, maupun pasien yang menjalani karantina di tempat lain.

Semua bisa menggunakan hak suaranya pada pemilihan bupati dan wakil bupati Sidoarjo nanti.

PT Tanjung Odi Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, DPRD Sumenep Desak Pemerintah Tutup Pabrik

Karyawan Positif Virus Corona, PT Tanjung Odi Ogah Stop Produksi, Polres Sumenep Ambil Sikap

Jadi Klaster Baru Covid-19, PT Tanjung Odi Sumenep Tetap Beroperasi, Selamatkan Ekonomi Masyarakat

"Ada TPS khusus dan TPS mobile, serta ada petugas khusus yang mengenakan baju Alat Pelindung Diri (APD) bakal mendatangi para pasien," kata Ketua KPU Sidoarjo, M Iskak, di sela acara sosisalisasi PKPU 5/2020 di Sidoarjo, Selasa (23/6/2020).

Jumlah TPS secara keseluruhan juga bakal ditambah untuk mengantisipasi kerumunan warga.

Dari awalnya direncanakan 2.988 TPS bakal bertambah 540 TPS, total jadi 3.528 TPS.

Di setiap TPS, semua wajib menerapkan protokol kesehatan. Wajib pakai masker, jaga jarak, ada tempat cuci tangan, hand sanitizer dan Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas.

Selain itu, juga bakal ada bilik suara khusus.

BREAKING NEWS: Tambah 5 Pasien Positif, PT Tanjung Odi Sumenep Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Wakil Ketua DPRD Sumenep Menilai Bupati Abuya Busyro Karim Gagal Tangani Pendemi Covid-19 di Madura

10 Youtuber Indonesia dengan Penghasilan Tertinggi, Capai Rp 13 M Per Bulan, Atta Halilintar Berapa?

"Warga yang datang ke TPS dan ternyata suhu tubuhnya di atas 37 derajat celcius bakal disarankan ke bilik suara khusus," ujarnya.

Sementara terkait anggaran, disampaikan M Iskak, penambahan jumlah TPS dan berbagai pelaksanaan protokol kesehatan bakal ditanggung pemerintah pusat alias melalui APBN.

Halaman
123
Penulis: M Taufik
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved