Rabu, 15 April 2026

Waspada Sikap ini Agar Wanita Tak Mudah Diselingkuhi Pasangan, Simak Riset Selengkapnya

Ternyata ada sebuah penelitian yang menunjukkan beberapa sifat mudah menjadi korban selingkuh. Selain itu, ada aspek kepribadian rentan diselingkuhi

Editor: Aqwamit Torik
istimewa
ilustrasi 

- Neuroticism (contoh, mudah berubah suasana hati, mudah gugup dan mudah khawatir)

Peneliti juga mencatat serangkaian pengalaman hidup dan meminta para peserta untuk mencocokannya, termasuk apakah "Pasangan terlibat dalam perselingkuhan perkawinan."

Amalan Sunnah Setelah Salat Magrib, Isya, Subuh, Duhur dan Asar, Bacaan Zikir Lengkap Terjemahnya

Perbanyak Minum Air Putih, Jangan Remehkan Tubuh yang Kekurangan Cairan, Potensi Gangguan pada Tubuh

Isi Pesan Aneh Pembakar Mobil Alphard Via Vallen di Tembok Rumah Sang Pedangdut, Pelaku Bawa Jenglot

Temuan penelitian

Tentu saja banyak hal yang berkontribusi terhadap perselingkuhan dalam suatu hubungan, tidak hanya berkaitan dengan kepribadian.

Peneliti juga memperhitungkan faktor-faktor seperti usia, pendidikan, jenis kelamin, ras/etnis, dan agama.

Peneliti secara statistik menemukan, dari semua sampel, mereka yang memiliki kepribadian kurang "conscientious" (kurang berhati-hati), yakni lebih ceroboh, kurang kerja keras dan kurang terorganisir, cenderung lebih mungkin menjadi korban perselingkuhan pasangannya.

Ketika peneliti melakukan analisis serupa pada sub-sampel individu yang sudah menikah, peneliti menemukan pola yang sama.

Peneliti menemukan pula bahwa orang-orang dengan karakter "agreeable" alias mudah setuju, yakni lebih hangat dan sering membantu, juga cenderung memiliki pasangan yang berselingkuh.

Namun, hasil penelitian ini bukanlah justifikasi untuk menyalahkan korban perselingkuhan.

Ilustrasi selingkuh
Ilustrasi selingkuh (shutterstock via theconversation.com)

Orang yang berselingkuh adalah seseorang yang melanggar kepercayaan dalam berhubungan dan itu salah.

Namun, perlu dipahami bahwa pelaku perselingkuhan merasa pelanggaran mereka akan lebih mudah diampuni ketika pasangan mereka memiliki karakter seperti di atas.

Studi semacam ini menunjukkan pentingnya karakter berhati-hari dan kesesuaian dalam dinamika hubungan.

Penting untuk dicatat bahwa hasil penelitian ini hanya berlaku untuk peserta yang tahu pasangannya selingkuh.

Tingkat perselingkuhan keseluruhan 19 persen kemungkinan merupakan perkiraan yang terlalu rendah.

Pada kenyataannya, lebih banyak orang berselingkuh dibanding angka itu. hanya saja pasangannya tidak mengetahui.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved