Virus Corona di Pamekasan
Sambut Kembalinya Santri dan Siswa, Dinsos dan Tagana Semprot Disinfektan Ponpes Sumber Bungur
Untuk menyambut kembalinya santri dan siswa, Dinas Sosial dan Tagana Pamekasan semprot disinfektan Ponpes Sumber Bungur
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Mujib Anwar
"Nantinya kalau siswa dan santri sudah kembali ke pondok atau ke sekolah, kami berencana juga akan memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai tata cara melakukan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19," inginnya.
Lebih lanjut, Herman mengimbau kepada masyarakat dan juga para siswa serta santri se-Pamekasan, memasuki masa transisi new normal ini, untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Ia mengingatkan, apabila keluar rumah hendaknya menggunakan masker dan jangan lupa biasakan cuci tangan.
"Mari kita saling bergandengan tangan dan saling bahu-membahu untuk mempercepat memutus penyebaran wabah Covid-19 ini," ajaknya.
Sementara itu, Putra Pengasuh Pondok Pesantren Sumber Bungur Pamekasan, Abdullah Achmad Madani menyampaikan terima kasih kepada Dinsos dan Tagana Pamekasan yang telah melakukan sterilisasi di Ponpes ayahnya.
Menurut dia, penyemprotan disinfektan yang dilakukan Dinsos dan Tagana ini sangat tepat untuk mempercepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di lingkungan pondok pesantren.
"Saya sangat apresiasi dan sangat setuju dengan program Dinsos ini terkait sterilisasi dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan di lembaga pendidikan," kata Abdullah Achmad Madani saat ditemui di rumahnya.
Pira yang akrab disapa Abdullah ini juga menjelaskan, pekan depan di Pondok Pesantren Sumber Bungur Pamekasan akan kembali melakukan aktivitas belajar mengajar seperti biasanya.
Selama proses pembelajaran berlangsung, pihaknya mengaku akan tetap menerapkan pembelajaran sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.
Seperti, memberi jarak bangku kelas satu meter antar siswa dan mewajibkan memakai masker saat proses pembelajaran berlangsung.
"Sebelumnya, seluruh wali santri secara jujur sudah kami wajibkan anak-anaknya melakukan karantina mandiri selama 14 hari sebelum kembali ke lingkungan pondok," ujarnya.
Tidak hanya itu, Abddullah juga mengaku sudah mewajibkan santri dan siswa Sumber Bungur untuk membawa masker kain yang bisa dicuci minimal sebanyak 5 Pcs.
Ia juga menganjurkan membawa asupan vitamin tambahan dan alat-alat makan serta sajadah yang sudah diberi nama untuk wajib dipakai sendiri.
"Edaran itu sudah kami keluarkan awal Juni 2020 sebelum mereka (santri dan siswa) kembali ke Pondok Pesantren," ungkapnya.
Abdullah berharap kepada pemerintah apabila nantinya pembelajaran sudah kembali normal, untuk memberikan edukasi pendidikan kepada siswa dan santri perihal tata cara protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.
Ia menginginkan, anggapan santri di masyarakat yang awalnya terkesan kumuh atau jorok, bisa mendapatkan wawasan edukasi dari pemerintah perihal protokol kesehatan.
"Semoga kinerja Pemkab Pamekasan yang maksimal ini bisa segera mempercepat memutus penyebaran mata rantai virus corona agar kami bisa hidup normla kembali," doanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/penyemprotan-disinfektan-di-pamekasan-madura.jpg)