Berita Viral
Sempat Divonis Mati, Seorang Pria Hidup Kembali Sesaat Sebelum Dikremasi, Doa Sang Ibu Terkabul
Saat detik-detik terakhir jenazah anaknya hendak dikremasi, pria itu justru kembali hidup dan orang yang menyadarinya adalah sang ibu.
TRIBUNMADURA.COM - Seorang pria ternyata hidup kembali sesaat sebelum dirinya dikremasi.
Padahal sebelumya pria ini sudah dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit yang diderita.
Sang ibu mengaku masih belum menerima sang anak meninggal begitu saja.
Ibu lalu berdoa.
Saat detik-detik terakhir jenazah anaknya hendak dikremasi, pria itu justru kembali hidup dan orang yang menyadarinya adalah sang ibu.
• Oknum Teller Bank BRI Sumenep Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi, JPU Susun Surat Dakwaan
• Katalog Promo Alfamart Senin 6 Juni 2020, Beli 2 Gratis 1 Hingga Hemat Pakai ShopeePay atau Gopay
• Daftar Harga HP Xiaomi di Awal Juli 2020, Mulai dari Redmi 8A, Redmi Note 9 Hingga Black Shark
Inilah kisah seorang ibu selamatkan kembali putranya yang sudah meninggal dan bahkan hanya beberapa saat sebelum dikremasi.
Melansir Daily Mirror pada Kamis (11/7/2019), pria tersebut adalah Gadham Kiran, pria asal India yang mengalami koma setelah terkena hepatitis.
Awalnya dokter mengira dia dalam kondisi vegetatif.
Namun, mahasiswa berusia 18 tahun itu dinyatakan meninggal otaknya dan dikirim ke rumah untuk prosesi pemakaman.
Saat semua orang tengah bersedih dengan kematiannya, tak luput sang ibu yang terus berdoa yang percaya anaknya belum meninggal.
Ibunya bernama Saidamma mengatakan pada Hindustan Times, "Saya terkejut dan memberi tahu kerabat saya, lalu segera memanggil praktisi medis setempat.
"Dia memberi tahu kami bahwa nadi anak saya masih berdetak, dan menghargai kami dengan tidak melepaskan vetilator," katanya.
"Dalam tiga hari, Kiran mulai sadar dan berbicara dengan nada rendah, Dia diberhentikan pada hari Minggu dan kami mulai melakukan perawatan seperti saran dokter," sambungnya.

Sejak Rabu (26/6), Gadham telah dirawat di rumah sakit, dia menderita demam hebat hingga muntah.
Kondisinya semakin kritis seminggu kemudian pada Rabu (3/7).