Pria Surabaya Tewas Gantung Diri
Anak Pengusaha Tewas Bunuh Diri di Rumah, Dikenal Sebagai Sosok Pendiam dan Berprestasi di Kampus
Warga setempat menemukan tubuh anak pengusaha laundry di Kota Surabaya itu tergantung di gudang.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Seorang pria berinisial N (22) ditemukan tewas gantung diri di dalam gudang lantai dua rumahnya di Jalan Siwalankerto Tengah No.101 C, Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya, Rabu (8/7/2020).
Pria bunuh diri tersebut merupakan seorang anak pengusaha laundry, N (22).
Kanit Reskrim Polsek Wonocolo, Ipda Supranoto mengungkap kronologi penemuan mayat anak pengusaha laundry di Kota Surabaya itu.
• Daftar Promo Alfamart 9 Juli 2020, Beverage Fair Gratis dan Belanja Hemat Pakai GoPay atau ShopeePay
• Pasien Corona Tulungagung Tersisa 4 Orang, Dinkes Minta Masyarakat Waspada Gelombang Kedua Covid-19
• Momen Pasien Covid-19 Sembuh, Pulang Jalan Kaki Bersama Petugas Medis, Lihat Ekspresi Haru Riyono
Ipda Supranoto menuturkan, penemuan jenazah N dengan kondisi menggantung itu sekira pukul 08.00 WIB.
Saat itu, ibunda dan ayah korban mendapati N tak lagi ada di kamarnya yang berada di lantai dasar rumah tersebut.
"Bapaknya, bapak kandung, karena lihat TV bareng-bareng, pagi ini biasa bangun kok gak ada," katanya saat dikonfirmasi awak media, Rabu (8/7/2020).
Merasa ada yang aneh, pasangan suami istri itu berkeliling ke semua ruangan yang ada di rumah tersebut untuk memastikan keberadaan anak pertama mereka.
Namun, kecurigaan mereka justru disita oleh sebuah ruangan yang difungsikan sebagai gudang di lantai dua.
Kecurigaan pasangan suami istri itu makin menjadi-jadi, setelah mendapati pintu gudang itu juga tertutup dan terkunci dari dalam.
Ternyata saat pintu gudang dibuka paksa dengan bantuan sejumlah warga sekitar dan didapati korban tak bernyawa.
• Daftar Harga HP Samsung Juli 2020 Galaxy A7 hingga Galaxy A51 Rp 5 Juta, Spesifikasi Galaxy Note 20
• Penyebab Kasus Covid-19 di Surabaya Tinggi Diungkap Dokter Tirta, Singgung Soal Pertentangan Elit
• UPDATE Corona di Kabupaten Kediri Kamis 9 Juli 2020: Kasus Positif Covid-19 Bertambah 9, Total 261
"Dicariin di kamarnya, kok ga ada, masing masing ruang dicek ternyata di atas lantai 2 di gudang. Kamar dia di bawah," pungkasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunMadura.com, posisi tubuhnya menggantung menghadap timur, dengan membelakangi pintu.
Korban memanfaatkan tali jenis tampar untuk mengakhiri hidup.
Sementara itu, Kepala Keamanan Pemukiman, Supardi mengungkapkan, korban ditemukan pertama kali oleh ibunda korban saat hendak berangkat kerja.
"Ibunya mau pamitan ke anaknya itu tapi kok gak ada (pintu tutupan)," kata Supardi saat ditemui awak media di lokasi.
Ibu korban yang curiga melihat keanehan dari pintu kamar korban yang terkunci dari dalam itu, sontak berteriak memanggil suaminya.
"Pak pak anakmu anakmu, gitu tadi, lalu ayahnya naik ke atas (lantai 2)," pungkasnya.
Dikenal Baik dan Santun
Aksi bunuh diri yang dilakukan pemuda itu sontak membuat warga sekitar kaget.
Sebab, warga menilai, korban selama ini memiliki kepribadian yang baik dan santun.
Selain itu, korban juga dikenal anak pintar oleh kedua orangtuanya.
Kanit Reskrim Polsek Wonocolo, Ipda Supranoto mengatakan, korban terbilang sebagai sosok anak berprestasi.
N diketahui merupakan mahasiswa semester tujuh di sebuah universitas swasta di Kota Surabaya.
Selama menempuh pendidikan kurun waktu 3.5 tahun di sebuah kampus swasta itu, korban memperoleh beasiswa.
"Kata bapak dan ibunya, anak pintar dapat beasiswa, (kuliah ini) iya," katanya saat dikonfirmasi awak media, Rabu (8/7/2020).
Kendati begitu, lanjut Supranoto, korban memang dikenal sebagai sosok pendiam.
• Mayat Bayi Perempuan Tengkurap di Pantai Turut Tuban, Ditemukan Nelayan yang Cari Ikan Bersama Anak
• Ramalan Zodiak Kamis 9 Juli 2020, akan Ada Perubahan Besar Terjadi pada Taurus, Aquarius Memberontak
• Ramalan Zodiak Keuangan Kamis 9 Juli 2020, Cancer Tetaplah Berhemat, Leo Tenggelam Dalam Pengeluaran
Berdasarkan keterangan kedua orangtua korban, ungkap Supranoto, keseharian korban bisa terbilang minim bicara.
"Keluarga bilang orangnya pendiam gitu lho, ga banyak omong," kata dia.
"Waktunya kuliah, ya kuliah, waktunya tidur, ya tidur, nonton TV ya diem aja, ga ada masalah," pungkasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunMaduracom, tubuh korban ditemukan dalam posisi menggantung menghadap timur tepat dibawah kusen pintu kamar yang terletak di lantai dua rumah itu.
Berdasarkan keterangan petugas, anak pemilik usaha jasa cuci pakaian (laundry) itu gantung diri menggunakan tali jenis tampar.
Kepala keamanan Supardi mengungkapkan, korban ditemukan pertama kali oleh ibunda korban saat hendak berangkat kerja sekira pukul 08.00 WIB.
"Ibunya mau pamitan ke anaknya itu tapi kok gak ada (pintu tutupan)," katanya saat ditemui awak media di lokasi.
Dikenal pendiam dan santun
Sehari-harinya, korban dikenal para tetangga sebagai sosok yang santun dan pendiam.
Informasinya, N juga merupakan anak pertama dari pasangan suami istri pemilik usaha jasa cuci pakaian (laundry).
Kepala keamanan setempat, Supardi mengaku, selama ini korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam.
Kendati begitu, N juga merupakan sosok yang baik dan santun
"Pendiam, biasa, kalau keluar beli teh di tokoku, terus balik," ujarnya pada awak media di lokasi, Rabu (8/7/2020).
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Wonocolo, Ipda Supranoto mengungkapkan, bahwa korban memang dikenal pendiam.
"Enggak ada, keluarga bilang orangnya pendiam gitu lho, ga banyak omong," ujarnya saat dihubungi awak media.
"Waktunya kuliah, ya kuliah, waktunya tidur, ya tidur, nonton televisi ya diam aja, ga ada masalah," tambah dia.
Korban terakhir kali berkomunikasi dengan kedua orangtuanya pada Selasa (7/7/2020) sekira pukul 22.00 WIB.
Menurut Ipda Supranoto, itupun sebelum korban pergi ke kamarnya, untuk tidur.
"Keluarganya saya tanya, malamnya ketemu biasa, jam 10 lihat TV bareng-bareng ya gak apa-apa," tuturnya.
Berdasarkan keterangan orangtua korban, Supranoto meyakini, korban tidak memiliki permasalahan dengan siapapun.
"Enggak. Kata keluarganya enggak ada semua itu, orangnya pendiam," jelasnya.
Bahkan, ungkap Supranoto, korban juga dipastikan tidak memiliki riwayat penyakit akut apapun.
"Enggak ada itu," pungkasnya.