Breaking News:

Puncak Musim Kemarau di Jawa Timur Diprediksi Terjadi pada Agustus 2020, Ada Potensi Kekeringan

Puncak musim kemarau di Jawa Timur tahun ini akan terjadi pada bulan Agustus 2020 mendatang.

TRIBUNMADURA.COM/AFLAHUL ABIDIN
Suplai air bersih ke rumah-rumah warga kekeringan di Trenggalek. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kepala BPBD Jatim, Suban Wahyudiono mengatakan, Jawa Timur sudah memasuki musim kemarau pada bulan April 2020.

Suban Wahyudiono menuturkan, pada bulan tersebut, baru tujuh daerah di Jawa Timur yang sudah memasuki musim kemarau yaitu.

Ketujuh wilayah di Jawa Timur itu di antaranya, Situbondo, Probolinggo, Banyuwangi, Ponorogo, Bangkalan, Pacitan, dan Magetan.

FPI Sumenep Unjuk Rasa Menolak RUU HIP, Polres Sumenep Gelar Apel Persiapan Pengamanan

25 Rumah Warga Miskin di Galis Dapat Bantuan Bedah Rumah Program Rutilahu Kodim 0826 Pamekasan

Cara Mengikuti Rapid Test Gratis di Kabupaten Malang, Siapkan Syarat dan Ketentuan Berikut ini!

"Baru pada bulan Juli ini kemarau mulai merata pada 31 Kabupaten/Kota di Jawa Timur," kata Suban, Kamis (9/7/2020).

Suban memperkirakan, puncak musim kemarau tahun ini akan terjadi pada bulan Agustus mendatang.

"Kita harus mewaspadai bencana yang berpotensi timbul pada musim kemarau ini yaitu kebakaran dan kekeringan," ujar Suban.

Suban mengatakan, jika melihat data tahun 2019, ada 31 Kabupaten/Kota, 236 Kecamatan, 798 desa, dan kelurahan yang terdampak kekeringan.

"Bahkan ada tiga kota yang sebelumnya tidak pernah terdampak kekeringan," kata dia.

"Tapi pada tahun 2019 malah terdampak. Ketiganya adalah Kota Madiun, Kediri dan Blitar," ucap Suban.

Unjuk Rasa Penolakan RUU HIP di Sumenep, Polres Pamekasan Kirim Puluhan Personel ke Kota Keris

Dinkes Sampang Buka Layanan Rapid Test Gratis untuk Calon Mahasiswa Baru, Catat Waktu dan Lokasinya!

BPBD Jatim pun saat itu telah membantu dengan melakukan droping air bersih sebanyak 186.750.000 liter yang didistribusikan ke masyarakat.

Untuk menghadapi hal serupa, BPBD Jatim pun, lanjut Suban telah menyusun strategi untuk menghadapi musim kemarau tahun ini.

"Langkah yang pertama adalah harus bekerja keras dalam menurunkan hotspot (titik panas) yang ada," kata dia.

"Sedangkan langkah pada jangka pendek yang dilakukan, yakni dengan membuat tandon-tandon air serta droping air bersih," jelasnya.

Untuk jangka menengah, Suban menjelaskan hal yang bisa dilakukan adalah dengan membuat waduk dan membuat sumur bor.

Sinopsis Drakor Its Okay to Not Be Okay, Bisa Download Drama Korea Sub Indo Episode 1 - 6 Lewat HP

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved