Demi Eksperimen Sang Raja, Dua Bayi Diasingkan di Pulau Terpencil Bersama Pengasuh, Hasilnya?

Pada 1443, Raja James IV menyetujui sebuah eksperimen 'pengasingan bahasa' yang melibatkan dua bayi untuk diasingkan ke Pulau Inchkeith Skotlandia.

Editor: Aqwamit Torik
Kolase TribunMadura.com (Sumber: Google maps dan Wikipedia)
Pulau Inchkeith Skotlandia dan ilustrasi foto Raja James IV 

Para sejarawan keRajaan mengatakan bahwa bayi-bayi itu ditinggalkan di pulau itu selama beberapa tahun.

Perbekalan dikirim ke wanita bisu itu secara berkala.

Bukan Hanya Puasa Tarwiyah dan Arafah, Ada Puasa Sunnah Lainnya untuk Sambut Idul Adha

Terbaru, Harga iPhone di Pertengahan Bulan Juli 2020, Mulai iPhone 8, iPhone 11 Hingga iPhone SE

Dalam beberapa kasus setelah beberapa tahun, Raja James IV seharusnya datang untuk melihat anak-anak.

Namun, dia diduga kecewa karena anak-anak tersebut tidak dapat berbicara.

Mereka hanya mampu membuat gerakan liar dan meniru suara yang mereka dengar di alam.

Diperkirakan eksperimen dihentikan dan anak-anak dibawa kembali ke Skotlandia.

Kemudian ada klaim bahwa anak-anak itu bisa berbicara bahasa Ibrani, namun klaim itu sangat tidak mungkin.

Klaim itu mungkin dibuat oleh orang-orang yang ingin memuji Raja James IV.

Peristiwa ini tetap menjadi salah satu yang paling aneh di Pulau Inchkeith, yang kemudian disebut sebagai percobaan pengasingan bahasa oleh Raja James IV.

Banyak cendekiawan yang terus berspekulasi tentang apa yang terjadi pada anak-anak yang digunakan untuk eksperimen tersebut.

Sayangnya, tidak ada catatan tentang kehidupan mereka setelah eksperimen gagal.

Artikel ini telah tayang di Intisari 

Sumber: Intisari
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved