Breaking News:

Berita Pamekasan

Cerita Alosius Kadi Malo Mantap Jadi Mualaf, Ikrar Syahadat Disaksikan Kiai dan Ratusan Santri

Proses Alosius Kadi Malo menjadi seorang mualaf berlangsung di Kabupaten Pamekasan.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Suasana saat Alosius Kadi Malo mengikrarkan dua kalimat syahadat di Masjid Jami’ An-Nashor, kompleks Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Selasa (4/8/2020) malam. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Alosius Kadi Malo, warga asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, resmi menjadi seorang mualaf.

Proses Alosius Kadi Malo menjadi seorang mualaf berlangsung di Kabupaten Pamekasan, Madura.

Ia mengaku bahagia saat proses pembacaan syahadat dibimbing oleh Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Palengaan, Kiai Moh Muddatstsir Badruddin.

Terdampak Covid-19, Warga Desa Lemper Pamekasan Dapat Bantuan dari Bhabinkamtibmas Polsek Pademawu

Pengunjung Bank di Kota Malang Heboh, Pria 62 Tahun Mendadak Tewas sesaat Masuk ke Lobi Gedung

Dinas Kelautan dan Dinas Perikanan Jatim Usulkan Harga Pokok Penjualan Garam Rp 600 Ribu Per Ton

Pria berusia 30 tahun itu menceritakan, dirinya mengenal Islam sejak tahun 2018 silam.

Ia mengaku hatinya tersentuh melihat ketenangan umat Islam saat melaksanakan salat.

Ketika itu pula, ia bertemu Iwan, mantan Kepala Desa Blumbungan Pamekasan.

Kepada Iwan, Alosius mengutarakan niatnya untuk memeluk agama Islam.

Iwan pun membimbing Alosius membaca dua kalimat syahadat.

Ketika di Lapas Kelas IIA Pamekasan, Alosius bertemu Ustaz Fathorrohman dan dibimbing membaca dua kalimat syahadat yang disaksikan oleh Junaidi (Kepala Desa Bumbungan), Muhammad Saleh (Pegawai Lapas), Kris (Dokter Lapas).

"Kemudian saya sungguh merasa bahagia bahwa saat ini saya dikukuhkan dan dibimbing ulang oleh RKH Moh Muddatstsir Badruddin, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Pembina Yayasan Al-Miftah dan Mustasyar PWNU Jawa Timur," kata Alosius kepada TribunMadura.com, Rabu (5/8/2020).

Informasi tambahan, prosesi pengambilan ikrar pengucapan dua kalima syahadat ini dilakukan di Masjid Jami’ An-Nashor, kompleks Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen.

Prosesi pengukuhan tersebut disaksikan oleh para kiai, ustaz, dan ratusan para santri.

Hadir juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan, KH. Ali Rahbini Abd. Latif, dan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Fandi, serta Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Palengaan, mewakili Kepala Kepolisian Resor Pamekasan.

Sebagaimana tradisi umat Islam, usai mengikrarkan kalimat syahadat, pria yang tinggal di Jalan Jokotole Pamekasan itu mendapatkan nama baru, yakni Mohammad Sulaiman Malo.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved