Breaking News:

Berita Surabaya

Kurir Narkoba Jaringan Malaysia Ditangkap Polda Jatim, Sita 3 Kilogram Sabu di Dalam Kemasan Teh

Unit III Subdit III Ditresnarkoba Polda Jatim berhasil membekuk dua kurir narkoba jaringan Malaysia.

Istimewa
Dua tersangka kurir narkoba saat ditangkap oleh kepolisian. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Dua kurir narkoba jaringan Malaysia ditangkap Unit III Subdit III Ditresnarkoba Polda Jatim.

Kedua tersangka adalah Lugianto asal Dusun Belahan Nongko, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan dan Saiful Anam Dusun Curahrejo, Desa Pakel, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.

Dari penangkapan tersebut, didapatkan barang bukti sebanyak 3 kilogram sabu dan 3 handphone serta uang tunai sebanyak Rp 300 ribu.

RKH Muhammad Bakir Hasan Bakir Dukung Penuh Achmad Fauzi-Dewi Khalifah di Pilkada Sumenep: Merakyat

Gilang Fetish Kain Jarik Dikeluarkan dari Kampus, Disebut Cemarkan Nama Baik Universitas Airlangga

Jokowi Siapkan Bantuan Rp 600 Ribu Selama 5 Bulan untuk Karyawan Swasta Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

Kasus tersebut terungkap berawal dari pengembangan kasus tersangka pengedar inex yang ditangkap sebelumnya. 

Pengiriman sabu itu di dalam kemasan teh.

Dua tersangka tersebut ditangkap saat akan mengambil sabu di Jakarta. 

"Setelah mendapatkan perintah dari bandar, dua tersangka berangkat ke Jakarta menggunakan mobil rental dari Malang. Sesampainya di Jakarta, tersangka menunggu perintah dari bandar selama dua hari. Setelah dibuntuti hari kedua tersangka mengarah ke kawasan Cengkareng. Mereka mengambil paket sabu yang sudah di ranjau di luar bandara," kata Ditresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Cornelis M Simanjutak, Rabu, (5/8/2020). 

Setelah sampai di rumah tersangka Lugianto keesokan hari, sebanyak 3 kilogram sabu tersebut diturunkan dari mobil. Kemudian dimasukkan ke dalam rumah.

Berkedok Pijat Refleksi, Suami Jajakan Istri di Facebook Buat Layani Pria Hidung Belang Demi Uang

Dokter RSUD Sogaten Kota Madiun Positif Covid-19, Kini 27 Perawat Dikarantina di Asrama Haji

Seorang Anggota DPRD Nganjuk Reaktif Hasil Rapid Test, Kegiatan Kedewanan Belum Dihentikan

Polisi lalu menggerebek kedua tersangka dan mengamankan barang bukti 3 plastik kemasan SS tersebut.

"Kedua tersangka mengaku dijanjikan imbalan Rp 50 juta. Tapi baru dikasih Rp 25 juta," lanjutnya. 

Kedua tersangka tidak mengenal bandar yang menyuruh mengambil barang tersebut. 

Sebab, setiap saat orang menyuruh selalu berganti-ganti nomor. Selama di Jakarta, kedua tersangka juga tidak bertemu orang yang menyuruh.

"Itu sesuai dengan pengakuan tersangka, (bandar) logatnya Malaysia," pungkasnya. 

Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved