Berita Malang
Wilayah Malang Raya Diguyur Hujan Beberapa Kali saat Memasuki Musim Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
Wilayah Malang Raya beberapa kali diguyur hujan meski saat ini memasuki musim kemarau.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Hujan beberapa kali mengguyur wilayah Malang Raya pada Agustus 2020 ini.
Padahal, pada bulan ini, wilayah Malang Raya memasuki musim kemarau.
Stasiun Klimatologi BMKG Malang mengalisa, hujan yang mengguyur Malang Raya pada musim kemarau termasuk anomali cuaca.
• Rumah Warga Kota Kediri Digerebek Sejumlah Polisi, Pemilik Ditangkap Karena Simpan Barang Bukti ini
• Rayakan Hari Kemerdekaan RI ke-75, Pemuda Desa Bungbaruh Pamekasan Gelar Khotmil Quran dan Talkshow
• Mata Mayat Gadis Terbuka hingga Berkedip saat Dimandikan, Pelayat Kaget Tahu Jenazah Bisa Hidup Lagi
"Kondisi cuaca hujan akhir-akhir ini termasuk anomali cuaca atau tak sesuai kebiasaan," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi Malang BMKG Malang, Retno Wulandari, Selasa (18/08/2020).
"Pasalnya, Agustus itu memasuki periode puncak kemarau," sambung dia.
Retno menjelaskan, anomali cuaca punya karakteristik tak hanya hujan.
Namun, hal ini ditandai dengan peristiwa alam cakupan lokal.
"Buktinya hanya terjadi hanya tejadi di area Karangploso kemudian ke barat," tutur Retno.
Peristiwa alam itu berupa angin puting beliung yang terjadi baru-baru ini.
"Peristiwa alam seperti angin kencang atau puting beliung ini sebenarnya tejadi di peralihan dari musim kemarau ke musim hujan," kata Retno.

• Pintu Kamar Kos Sopir Bus di Trenggalek ini Dibuka Paksa, Penghuni Ketahuan Nyaris Berbuat Dosa
• Penukaran Uang Baru Pecahan Rp 75.000 di Kota Malang Dibatasi Per Harinya, Simak Syarat dan Waktunya
Retno mengimbau masyarakat waspada dengan angin puting beliung dan kencang.
"Angin puting beliung susah untuk diprediksi. Itu pun tidak semua awan cumulusnimbus menyebabkan puting beliung atau angin kencang," terang Retno.
Terakhir, Retno menilai, angin kencang dan puting beliung tak biasa terjadi di bulan Agustus.
"Karena kejadian pada di musim kemarau ini jarang terjadi, sehingga kita namakan anomali cuaca," tutur Retno. (ew)
• Muncul Akun Palsu Facebook Ketua Komisi III DPRD Pamekasan, Ismail Minta Warga Tak Tertipu Pelaku