Berita Sampang
Wilayah Terdampak Kekeringan di Sampang Meluas, BPBD Tambah Jumlah Suplai Air Bersih di Setiap Desa
Kekeringan di Kabupaten Sampang pada musim kemarau tahun ini meluas hingga ke 20 desa.
Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Laporan Wartawan TribunMadura.com Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG – BPBD Sampang berencana meningkatkan suplai air bersih kepada wilayah desa terdampak kekeringan di Kabupaten Sampang, Madura.
Hal itu dilakukan karena jumlah wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Sampang pada musim kemarau tahun ini meluas hingga ke 20 desa.
Total, jumlah keseluruhan desa terdampak kekeringan kritis ada 87 desa yang tersebar di Kabupaten Sampang.
• Penerimaan Bintara Polri 2020, Polres Pamekasan Imbau Peserta Tak Percaya Janji Bisa Lulus Calo
• Kekeringan Diprediksi Terjadi di 11 Kecamatan Wilayah Pamekasan, BPBD Mulai Siapkan Pendataan
• Pamekasan Masuk Musim Kemarau, BPBD Siapkan Regulasi Siaga Darurat dan Tanggap Darurat Kekeringan
Kepala BPBD Sampang, Anang Djoenaidi mengatakan, penaggulangan jangka pendek pastinya tetap dilaksanakan, yaitu dengan droping air bersih kepada wilayah desa terdampak.
Namun, musim ini, kata dia, intensitas mendroping air bersih direncanakan meningkat menjadi enam tangki pada setiap desa terdampak.
“Sebelumnya setiap desa terdampak mendapatkan tiga suplai air bersih,” ujarnya kepada TribunMadura.com, Kamis (20/8/2020).
Untuk upaya penanggulangan tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Trunojoyo Sampang.
“Kami pun juga akan bekerja sama dengan perusahaan swasta, mudah-mudahan nantinya mau,” ucap Anang Djoenaidi.
• Masa Penukaran Uang Baru Rp 75.000 di Jember Diperpanjang, Cek Lokasi dan Waktu Tenggatnya
Dijelaskan, dalam kapasitas droping air bersih sebanyak tiga tangki atau setara dengan 15 ribu liter air hanya mampu menjakau 200 orang saja.
Sedangkan, enam tangki setara 30 ribu liter akan menjangkau sebanyak 400 orang dalam satu desa.
“Mudah-mudahan dengan adanya penambahan ini kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dalam kesehariannya,” tuturnya.
Sementara, terkait anggara saat ini dalam proses pengajuan kepada kepala daerah, sekaligus masih menunggu SK dari Bupati Sampang.
Sebab, dana yang akan digunakan untuk penanggulangan bencana kekeringan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) jalur Belanja Tidak Terduga (BTT).
Anang Djoenaidi menyampaikan, seedangkan untuk tahun sebelumnya dianggarkan sebesar Rp. 92 juta.
“Pastinya untuk tahun ini akan meningkat,” pungkasnya.
• Gara-Gara Puntung Rokok, Gudang Kayu di Pamekasan Terbakar, Ratusan Kayu Ludes Dilalap Api