Breaking News:

Berita Sampang

Dinas Sosial Sampang Bakal Cabut Izin e-Warong di Toko Banyuanyar yang Melanggar Ketentuan

Dinas Sosial Sampang, Madura melayangkan dua surat peringatan (SP) terhadap salah satu toko yang melayani KPM BPNT melalui e-Warong.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kantor Dinas Sosial Jalan Rajawali Kecamatan Kabupaten Sampang, Madura, Senin (24/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur melayangkan dua surat peringatan (SP) terhadap salah satu toko yang melayani Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui Elektronik Warong Gotong Royong ( E-Warong ).

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin, Dinsos Sampang menyampaikan, toko tersebut dinilai melanggar aturan tertentu dan merugikan masyarakat yang posisinya sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

M. Nashrun mengatakan, SP diberikan kepada agen program e-Warong lantaran diduga menyalahi aturan tertentu dan merugikan masyarakat.

Toko tersebut akhirnya mendapat dua kali SP dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sampang.

Yakni Toko Al-Anfal di Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang,

Toko Al-Anfal diduga melayani Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). dengan memberikan beras berkutu.

BREAKING NEWS - Lereng Gunung Penanggungan di Mojokerto Terbakar, Penyebab Belum Diketahui

Ditinggal Oh In Kyun dan Jonathan Bauman, Arema FC Butuh Tambahan Amunisi Jelang Kompetisi Liga 1

Puncak Musim Kemarau Diprediksi September 2020, BPBD Sampang Imbau Masyarakat Waspadai Kebakaran

"SP pertama di berikan karena melayani KPM dengan kondisi beras berkutu, kedua mengambil keuntungan di atas rata-rata," ujarnya kepada TribunMadura.com, Senin (24/8/2020).

"Jelas pelayanan itu sudah menyalahi aturan," imbuh dia.

Kemudian setelah dilayangkannya SP sebanyak dua kali, pihaknya menegaskan akan memberikan tindakan tegas berupa pencabutan agen e-Warong.

Hal itu dilakukan agar toko yang bersangkutan menjadi toko biasa dalam arti tidak dapat melayani KPM BPNT kembali.

"Kami akan koordinasikan dengan pihak BRI dan pasti kami cabut izin e-Warong itu," tegas M. Nashrun.

Lebih lanjut, pihaknya menekankan kepada semua agen e-Warong agar mematuhi aturan pelayanan terhadap KPM BPNT, bila tidak akan mendapatkan konsekuensi yang diterima.

BREAKING NEWS: Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Bangkalan, Bermula Saat Ambil Sepeda Temannya

Diduga Mengantuk, Sopir Pick Up di Jalan Raya Ponorogo Tabrak Pohon hingga Oleng dan Terbalik

Pelatih Madura United Ungkap Kesulitannya saat Latihan Perdana: Sulit Pulihkan Kondisi Fisik Pemain

M. Nashrun menyampaikan, bila terdapat E-Warong di wilayah kerjanya yang menyalahi aturan akan melakukan tindakan teguran terlebih dahulu, kemudian sanksi, SP dan penindakan tegas.

"Jika diketahui lagi ada e-Warong memberikan kualitas beras yang buruk, kami akan mencabut izin e-Warong tersebut," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved