Berita Sampang

Santri Pesantren di Sampang Diduga Dijebak Kasus Narkoba, Sang Pengasuh Sempat Amankan Oknum Polisi

Pondok Pesantren Darul Amin Sumber Telor Desa Pandiyengan digegerkan dengan kabar penangkapan salah satu santri diduga dijebak dalam kasus narkoba

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz beserta Bupati Sampang, Slamet Junaidi saat tiba di Ponpes Darul Amin Sumber Telor Desa Pandiyengan Kecamatan Robatal Kabupaten Sampang, Madura, (24/8/2020) malam. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Pondok Pesantren Darul Amin Sumber Telor Desa Pandiyengan, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura dipenuhi masyarakat dan simpatisan.

Kedatangan massa muncul setelah beredar kabar penangkapan salah satu santri diduga dijebak dalam kasus narkoba jenis sabu oleh oknum kepolisian setempat.

Akibatnya, oknum polisi yang hendak meringkus santri tersebut ditahan oleh majelis pengasuh pondok pesantren hingga larut malam, (24/8/2020).

Pencairan BLT Rp 600 Ribu Ditunda hingga Akhir Agustus, Berikut Syarat Karyawan Swasta Penerima BLT

Penyebab BLT Rp 600 Ribu Batal Cair Hari Ini, Berikut Jadwal Baru Distribusi Bantuan Subsidi Upah

BLT Rp 600 Ribu Ditunda hingga Akhir Agustus, Berikut Cara Cek Penerimanya di BPJS Ketenagakerjaan

Bahkan, pada malam hari itu juga warga setempat beserta partisipan Ponpes Darul Amin Sumber Telor mendatangani lingkungan Ponpes hingga menarik perhatian Kapolres Sampang dan Bupati Sampang.

Menurut salah satu partisipan, IM (29) mengatakan, penangkapan salah satu santri diduga adanya kepentingan dari beberapa kalangan untuk menjelakkan nama Ponpes terkait dengan cara merekayasa santri memakai narkoba.

"Yang kami takutkan peristiwa ini untuk menjelekkan ajaran di pesantren ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat proses penangkapan, pada saat itu juga ada kegiatan kunjungan wali santri kepada anak-anaknya.

Dugaan penjebakan tersebut kata IM dilakukan saat memontum tersebut dengan memberikan sabu kepada keluarga santri yang tidak lain adiknya sendiri.

Setelah barang haram tersebut berhasil dibawa masuk, terdapat seseorang sembari menerima telepon menghampiri anak tersebut.

"Kemudian melakukan interaksi dan menyuruh agar sabu itu untuk diberikan kepada kakaknya," terangnya

"Kemudian saat barang itu dikeluarkan dari pecinya, seketika pihak kepolisian datang untuk meringkus dan dibawa ke Polsek Robatal," imbuh IM.

Mengetahui hal itu, kepanikan terjadi dan berselang beberapa menit pihak kepolisian datang kembali ke lingkungan Ponpes untuk mengamankan barang bukti.

Telkomsel Berikan Kuota 10 GB GRATIS Untuk 1.3 Juta Siswa Tak Mampu di Jawa Timur

Viral Video Balita Dicekoki Miras oleh Dua Pemuda hingga Sempoyongan dan Terjatuh, Pelaku Masih Syok

PDIP Targetkan Achmad Fauzi - Dewi Khalifah Menang 75 Persen di Pilkada Sumenep 2020

Enam Partai Politik Targetkan Fattah Jasin - Ali Fikri Menang 70 Persen di Pilkada Sumenep 2020

Barang bukti yang diamankan adalah sepeda motor yang dikendarai oleh keluarga santri tersebut.

Namun, pihak keluarga beserta partisipan yang berada di lokasi tidak terima dengan tindakan pihak kepolisian lantaran diduga ada permainan belaka.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved