Berita Pamekasan

Bupati Pamekasan Turun Langsung Cek Operasi Yustisi, Pelanggar Tak Pakai Masker Didenda Rp 20 Ribu

Operasi yustisi penegakan Peraturan Bupati (Perbup) Pamekasan dihadiri langsung Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Bupati Pamekasan saat mendatangi lokasi operasi yustisi di sebelah timur area Bundaran Arek Lancor Pamekasan dan mengecek proses sidang pelanggar, Selasa (15/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pemkab Pamekasan menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Pamekasan lakukan operasi yustisi penegakan Peraturan Bupati (Perbup) Pamekasan nomor 50 tahun 2020.

Operasi sidak masker ini digelar di sebelah timur area bundaran Arek Lancor Pamekasan, Selasa (15/9/2020).

Operasi Yustisi tersebut dalam rangka penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Pamekasan.

Komunitas Peternak Dokapi Minta Pemda Terapkan Aturan Harga Penjualan Hewan sesuai Standar Nasional

Penyebab Menstruasi Tidak Teratur, Siklus Haid Tak Lancar Bukan hanya Karena Masalah Hormon Lho!

VIRAL Curhat Istri Dorong Suami Nikahi Wanita Lain, Alasan Terkuak setelah 6 Tahun, Hadiah Dariku

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengatakan, Pemkab telah berupaya membuat Perbup nomer 50 tahun 2020 yang berorientasi untuk melakukan edukasi dan mentransformasikan pentingnya pakai masker.

"Sanksi yang diterapkan kepada masyarakat itu merupakan usaha terakhir dari pemerintah dan Forkopimda untuk menjadikan masker sebagai pola hidup baru yang normal," kata Baddrut Tamam kepada sejumlah media, Selasa (15/9/2020).

Menurutnya, kecintaan pemerintah terhadap seluruh elemen masyarakat diwujudkan dengan melalui penegakan kedisiplinan menggunakan masker.

Forkopimda dan jajaran pemerintah akan terus menerus melakukan sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat tentang Perbup tersebut.

"Perbup ini untuk dilaksanakan bersama-sama dalam rangka memberikan perlindungan sebagai bentuk kecintaan pemerintah kepada elemen masyarakat sambil lalu kita berdoa semoga masyarakat Pamekasan terlindungi dari Covid-19," papar Sekretaris DPW PKB Jatim itu.

Lebih lanjut, Alumni Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang itu mengatakan, Operasi Yustis tersebut akan terus berlanjut, bahkan seluruh Forkopimda akan mendapat jadwal giliran untuk memimpin dan berbagi tugas dalam menegakkan disiplin.

Tujuannya, agar langkah tersebut bisa mempercepat memutus mata rantai Covid-19.

"Kira-kira bahasa pendeknya seperti ini masker kita melindungi diri kita semua, mencuci tangan juga melindungi kita dan jaga jarak juga melindungi kita," jelasnya.

"Sayangi diri kita, keluraga kita dan tetangga kita serta ayo kita cintai Pamekasan dengan cara pakai masker, jaga kesehatan, cuci tangan dan menjaga jarak," ajaknya.

Bupati yang akrab disapa Ra Baddrut ini juga menjelaskan, sanksi yang diterapkan dalam Perbup tersebut dan bagi pelanggar yang tidak memakai masker akan dikenai denda berupa uang.

Namun, nominal yang akan ditanggung oleh pelanggar akan disesuaikan dengan motif pelanggarannya.

"Sanksinya maksimal Rp 100 ribu itu untuk masyarakat, tapi bisa saja ada yang keputusannya itu misalnya, kalau ditaruh di bawah dagu bisa Rp 5 ribu tapi kalau tidak menggunakan masker bisa Rp 20 dan itu nanti tergantung hakim," ungkapnya.

Baddrut Tamam berharap, melalui upaya penerapan Perbup ini masyarakat bisa mematuhi dan tetap menggunakan masker dalam rangka memberikan perlindungan kesehatan, memberikan perlindungan bebas dari Covid-19 dan mendorong cuci tangan serta menjaga jarak dengan elemen masyarakat yang lain.

"Harapan kita adalah ekonominya semakin tumbuh, masyarakatnya semakin makmur, sehat dan terbebas dari Covid-19," tutupnya. (adv).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved