Berita Bondowoso

Dituntun Mimpi untuk Gali Sumur, Abdul Ghani Temukan Struktur Bata Kuno Peninggalan Majapahit

Mimpi aneh menuntun seorang warga Bondowoso untuk menggali sumur di samping rumahnya. Abdul Ghani kemudian nekat menggali sumur di samping rumahnya.

TRIBUNMADURA.COM/DANENDRA KUSUMA
Sumur yang digali Abdul Ghani di samping rumahnya, temukan benda kuno yang diduga peninggalan jaman dinasti 

Siapa sangka, jika Abdul Ghani kekeuh menggali sumur di samping rumahnya.

Semua berawal dari mimpi aneh yang menuntunnya.

Benda-benda tersebut antara lain, batu bata merah dengan corak garis melengkung dan lurus, fragmen porselen (keramik) bermacam warna, adapula kerangka tulang.

Abdul menceritakan, sebelum menemukan benda-benda kuno itu, ia mencari sumber air untuk keperluan sehari-hari.

Ia pun, menggali tanah berdiameter sekitar 40 cm di samping kanan rumah untuk dibikin sumur dengan alat sederhana.

"Awalnya, saya mencari sumber air dengan cara menggali tanah di samping rumah," katanya, Rabu (16/9).

Perlahan, dia pun menggali tanah dengan linggis dan pacul kecil.

Setelah, Abdul menggali tanah hingga kedalaman 5 meter, siapa sangka dirinya justru mendapati benda kuno di dinding tanah galian.

Abdul menyebutkan, benda kuno itu tak ditemukan di satu titik saja.

Sebab, posisi benda kuno itu berada pada sebuah lapisan tanah.

Lapisan, pertama, Abdul menemukan kerangka tulang yang sudah tak utuh.

Pada saat itu, posisi kerangka tulang tak tertimbun di dalam tanah.

Kerangka tulang tersebut tercecer pada sebuah lobang besar.

Di bibir lobang, terdapat mangkok bercorak titik-titik putih menyerupai awan di cekungannya.

Selain itu, Di dalam mangkok berisi air dan bunga.

Bentuk mangkok masih utuh.

"Lobangnya besar di sebelah barat dinding sumur. Orang dewasa bisa masuk ke lobang tersebut dengan cara merangkak. Saya tak berani masuk, hanya melihat dari bibir lobang itu," terangnya.

Kendati, bulu kuduknya berdiri karena menemukan kerangka tulang di lobang misterius, dirinya tetap menggali.

Tak dalam dia menggali, dirinya mendapati pecahan atau fragmen porselen.

Fragmen porselen ditemukan di lubang yang lebih kecil.

"Jadi, ada dua lubang di sana. Tapi lebih kecil dari lubang yang ke dua," paparnya.

Tak berhenti di situ, Abdul tetap melanjutkan penggalian.

Abdul menggali tak terlalu dalam, pada lapisan ke empat ini, ia menemukan struktur batu bata merah.

Batu bata merah tersebut posisinya tertimbun di bawah pasir yang menurutnya aneh, karena berwana hitam dan halus.

Abdul memperkirakan lapisan pasir hitam yang menimbun batu bata merah ketebalannya sekitar 2 cm.

"Sebagian batu bata saya angkat ke atas. Ada yang masih utuh, ada yang retak karena terkena pacul," pungkasnya. (nen)

Sempat mimpi misterius

Sebelum Abdul Ghani Warga Desa Alas Sumur, Pujer, Bondowoso menggali tanah untuk mencari sumber air, sang istri bermimpi didatangi pria misterius.

Pria misterius itu bilang bila ada sumber air di dalam tanah samping kanan rumahnya.

"Memang saya sudah berencana menggali sumur.

Saya menggali Senin (31/8).

Tetapi Minggu malam (30/8), istri saya diberi tahu oleh sesosok pria dalam mimpi lokasi sumber air berada di samping kanan rumah.

Saya pun menggali di lokasi sesuai mimpi istri," katanya, Rabu (16/9).

Padahal, penggalian tanah tepat di samping rumah sangat berisiko.

Apabila tanah digali sangat dalam, tanah bisa lapuk dan merobohkan rumah Abdul.

Ia pun diperingatkan oleh kepala desa.

Namun, Abdul tetap menggali tanah tersebut.

Sudah Dapat Peringatan, Abdul Ghani Tetap Nekat Gali Sumur, Temukan Benda Kuno dan Kerangka Tulang

BPCB Jatim Menduga Titik Penemuan Struktur Bata Kuno di Sumur Bondowoso adalah Pemukiman Desa Kuno

Mimpi Aneh Menuntun Abdul Ghani Gali Sumur di Dekat Rumahnya, Harta Karun Jadi Penemuan Mengejutkan

Tak disangka, dirinya justru mendapati benda-benda kuno antara lain, batu bata merah dengan corak garis melengkung dan lurus, fragmen porselen (keramik) bermacam warna, adapula kerangka tulang.

"Karena istri bermimpi bila ada sumber air tepat di samping rumah, saya menggalinya.

Lantas menemukan benda-benda kuno itu," paparnya.

Usai menemukan benda-benda kuno tersebut, Abdul melaporkannya ke pihak desa.

Kemudian, Kepala desa meneruskan laporan Abdul ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved