Breaking News:

Karyawan Rokok Sumenep Positif Covid

BREAKING NEWS - 94 Karyawan Positif Covid-19, Pabrik Rokok PT Tanjung Odi di Sumenep Dilockdown

Pabrik rokok PT Tanjung Odi Kembali ditutup sementara setelah 94 karyawan dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Penutupan dilakukan selama 21 hari.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Perusahaan PT Tanjung Odi Mitra Produksi PT Gudang Garam di Jalan Raya Pamekasan - Sumenep, Senin (25/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Pabrik rokok PT Tanjung Odi Kembali ditutup sementara setelah 94 karyawan dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.

Penutupan dilakukan selama 21 hari.

Sekretaris daerah kabupaten Sumenep Edy Rasyadi mengatakan PT Tanjung Odi ditutup terhitung sejak Selasa 22 September 2020 sampai 21 hari mendatang.

"Kemarin Bupati sudah menandatangani surat penutupan sementara," kata Sekda Sumenep, Edy Rasiyadi pada awak media, Rabu (23/9/2020).

Uji coba KBM Tatap Muka Lembaga SD/SMP di Kabupaten Sampang Tidak Dilanjutkan, Ini Alasannya

78.249 Pelaku Usaha Mikro di Pamekasan Akan Dapat Bantuan Dana Hibah Rp 2,4 Juta dari Pemerintah

Pelaksanaan Tes SKB CPNS 2019 di Kota Surabaya Dipastikan Pemkot Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Rencana kedua ini katanya, bertujuan agar pihak perusahaan menyiapkan fasilitas pendukung dalam memutus mata rantai penyebaran virus mematikan tersebut sudah berkoordinasi dengan pihak manajemen PT Tanjung Odi.

"Pihak manajemen sanggup untuk menambah fasilitas-faslitas yang ada disana," katanya.

Bagi karyawan yang terkonfirmasi positif covid-19 kata Edy Rasiyadi, langsung dilakukan isolasi oleh pihak perusahaan di beberapa tempat yang ditentukan perusahaan seperti RSI Kalianget, Pondok sehat Hotel Kangean Kecamatan Kota Sumenep dan Pondok Sehat yang ada di Kecamatan Guluk - Guluk.

Sesuai laporan dari pihak manajemen PT Tanjung Odi katanya, memang ada 94 karyawannya terkonfirmasi dan mereka sudah dilakukan isolasi oleh perusahaan. Dan lokasi isolasi semuanya merupakan tanggungjawab perusahaan.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Holik menyatakan jika eksekutif dan legislatif sudah sepakat dan sangat mendukung untuk menutup sementara PT Tanjung Odi tersebut.

Rumah di Ponorogo Dirobohkan Anak Kandung karena Ibunya Belum Bayar Utang, Desa Sudah Mediasi 3 Kali

Komplotan Penjudi Online di Hotel dan Apartemen Surabaya Digulung Polisi, Raup Rp 80 Juta Per Bulan

15 Tenaga Kesehatan RSUD dr Soedono Kota Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

"Dalam rangka upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumenep, kami sangat mendukung upaya pemerintah," tegasnya.

Penutupan sementara PT Tanjung Odi ini katanya, merupakan langkah yang tepat dalam upaya memutus klaster Covid-19 di perusahaan rokok tersebut.

"Kami meminta manajemen PT Tanjung Odi untuk mematuhi protokol Covid-19 yang telah disampaikan Pemkab Sumenep," pintanya.

Untuk diketahui sebelumnya, pada 23 Juni 2020 lalu PT Tanjung Odi pernah ditutup selama 21 hari karena hasil tes rapid ratusan karyawan menunjukkan reaktif.

14 Karyawan terkonfirmasi Covid-19 dan PT Tanjung Odi menjadi klaster baru Covid-19.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved