Breaking News:

Berita Tulungagung

Dikenal Sering Buat Onar, Pria ini Tewas usai Dikeroyok Massa, Kini Jenazahnya Ditolak Warga Desa

Warga Desa Nyawangan Kabupaten Tulungagung menyatakan menolak jenazah Yatno untuk dimakamkan di desanya.

Penulis: David Yohanes | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/DAVID YOHANES
Suasana di Polsek Sendang, mengantisipasi kerusuhan di Desa Nyawangan, Kabupaten Tulungagung, Rabu (23/9/2020). 

“Kami mempersilakan jika ada warga yang mau membantu,” ucap sabar.

Sebelumnya, Yatno meninggal dunia karena dikeroyok massa, Rabu (23/9/2020).

Jenazah Yatno masih berada di Instalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ) RSUD dr Iskak Tulungagung.

Jenazah pria malang ini menjalani autopsi untuk memastikan penyebab kematiannya.

Kapolsek Sendang, AKP Sugiharjo mengakui ada penolakan di antara warga.

Pihak keluarga sebenarnya ingin memakamkan Yatno pada Rabu malam.

Namun permintaanini ditolak karena Kapolsek menilai situasi Desa Nyawangan belum memungkinkan.

K (17) dan B (16) tersangka curanmor, yang diduga menjadi pemicu pengeroyokan terhadap ayah mereka, Selasa (22/9/2020) malam.
K (17) dan B (16) tersangka curanmor, yang diduga menjadi pemicu pengeroyokan terhadap ayah mereka, Selasa (22/9/2020) malam. (TRIBUNMADURA.COM/DAVID YOHANES)

Dua Tenaga Kesehatan Rumah Sakit di Kota Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

“Mayoritas warga tidak menghendaki dimakamkan di Nyawangan. Kami menunggu perkembangan dari kepala desa dan warga,” ujar Sugiharjo.

Rabu malam puluhan aparat kepolisian diturunkan ke Polsek Sendang.

Namun rencana penangkapan para pelaku pengeroyokan diurungkan, karena warga sudah bersiaga.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved