Breaking News:

Berita Pamekasan

36 PMI Ilegal asal Pamekasan Meninggal Dunia di Negara Tempat Kerja, Ada yang Jatuh dari Lantai 5

Sebanyak 36 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal asal Kabupaten Pamekasan, Madura, meninggal dunia di negara tempat kerjanya.

Koordinator P4TKI Pamekasan, Hari Sarjana Saputra
Salah satu jenazah PMI ilegal asal Pamekasan, Madura yang meninggal dunia di negara tempat kerjanya saat tiba di rumah duka. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Sebanyak 36 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal asal Kabupaten Pamekasan, Madura, meninggal dunia di negara tempat kerjanya.

Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) meninggal dunia karena beberapa faktor.

Mulai dari akibat kecelakaan kerja dan terkena penyakit.

Nekat Berkerumun hingga Tidak Pakai Masker, Awas Langsung Diangkut Tim Swab Hunter Kota Surabaya

BREAKING NEWS - Melawan Polisi Pakai Senjata Tajam, Bandar Narkoba Ditembak Mati Polres Pasuruan

Inilah Makna Kuat Nomor Punggung 95 Bagi Pemain Asal Brasil, Caio Ruan di Arema FC

Koordinator P4TKI Pamekasan, Hari Sarjana Saputra mengatakan, sedari bulan Januari hingga Agustus 2020, terdata sebanyak 36 PMI ilegal asal Pamekasan yang dinyatakan meninggal dunia di Negara tempat kerjanya.

Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal ini tersebar di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan.

Kata dia, mayoritas Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal dunia tersebut karena sakit.

Meliputi, sakit kencing manis, ginjal, jantung dan stroke.

"Namun, ada lagi beberapa PMI yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja, jatuh dari atas lantai 5 saat bekerja di ketinggian," kata Hari Sarjana Saputra kepada TribunMadura.com, Kamis (1/10/2020).

Pria yang akrab disapa Hari ini juga menjelaskan, puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Pamekasan yang meninggal dunia ini tidak mendapat asuransi, karena yang bersangkutan berangkat secara non prosedural ( ilegal ).

Heboh Foto Pemotretan Elly Sugigi dan Aher Pakai Baju Pengantin Adat Sunda, Pasti Dibilang Prahara

Tiga Bocah Main di Bantaran Sungai Malah Temukan Jasad Bayi di Aliran Sungai, ada Dugaan Diungkap

Rizky Billar Beri Isyarat Lesty Kejora Kelak Jadi Pacarnya, Akui Masih Tahap Penjajakan: Gue Sayang

Menurut dia, setiap perusahaan di luar Negeri sudah memiliki standar operasional (SOP) savety belt kerja.

Namun, kebanyakan warga Madura yang menjadi TKI di luar Negeri, banyak yang abai menggunakan savety belt saat bekerja di ketinggian.

"Orang Madura ini yang jadi PMI di luar negeri terkenal agak nekat mengabaikan keselamatan diri, dari perusahaan sebenarnya sudah disediakan savety belt untuk keselamatan kerja, tapi terkadang ada sebagian dari mereka yang tidak mau pakai," bebernya.

Menurut Hari, bila terdapat Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang meninggal dunia di luar negeri akibat kecelakaan kerja dan sakit, yang rugi adalah keluarganya sendiri.

Sebab yang bersangkutan tidak mendapatkan asuransi kematian dari pemerintah.

Maka dari itu, pihaknya mengimbau kepada warga Pamekasan, khususnya Madura yang berniat ingin menjadi PMI, sebisa mungkin berangkat secara prosedural.

"Hasil kerja jerih payah dari TKI ini kan yang ditunggu-tunggu oleh keluarganya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, kalau ada kejadian seperti ini kan yang rugi keluarganya," tutupnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved