Breaking News:

Berita Sumenep

Bupati Abuya Busyro Ungkap Ada 3 Titik Rawan Paham Radikalisme di Sumenep, Singgung Pengaruh Sosmed

Abuya Busyro Karim menyebut ada tiga titik rawan adanya paham radikalisme di Kabupaten Sumenep, Madura.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim saat memberikan sambutan di Aula As-Syarqawi Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep, Minggu (4/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim menyebut, ada tiga titik rawan adanya paham radikalisme di Kabupaten Sumenep, Madura.

Hal itu disampaikan Abuya Busyro Karim kepada Menko Polhukam, Mahfud MD saat berkunjung ke Pondok Pesantren Annuqayah, Kecamatan Guluk-Guluk.

"Kami melaporkan bapak Mahfud MD, tentang radikalisme di Sumenep," kata Abuya Busyro Karim, Minggu (4/10/2020).

Mahfud MD Ingatkan Penyebaran Covid-19 Tak Pandang Agama dan Parpol, Minta Kerja Sama Semua Pihak

PNS Terlibat Kecelakaan di Jalan Jatirogo-Bojonegoro, Mobilnya Rusak Parah setelah Ditabrak Pikap

2 Wanita Terjungkal ke Aspal hingga Alami Gigi Patah, Sempat Terlibat Aksi Tarik Tas dengan Jambret

"Di Sumenep ini hanya ada tiga titik, saya tidak ingin menyebutkan desanya," sambung dia.

Abuya Busyro Karim menuturkan, tidak ada tren kenaikan, meskipun ada tiga titik yang masuk dalam pengawasan pemerintah bersama Polres Sumenep dan Dandim 0827 Sumenep

"Kami punya data tentang siapa saja yang memang masuk di Kabupaten Sumenep, kami ini artinya Pemerintah Kabupaten Sumenep," ungkap dia.

"Tiga titik itu trennya malah napi yang memang keluar dan itu teroris, dan itu kembali ke beberapa titik. Tiga titik yang ada di Kabupaten Sumenep ini ada tiga desa," kata mantan Ketua DPRD Sumenep ini.

Kata dia, para pelaku yang menganut atau menyebarkan paham radikalisme itu tampaknya pasti tidak bisa bergerak dengan leluasa.

"Karena kultur Sumenep itu menolak dengan cara-cara kekerasan. Sehingga hanya cukup, bahkan satu titik itu hanya ada 10 orang," tuturnya.

"Kami punya data, punya nama dan semacamnya pemerintah kabupaten Sumenep tentang masalah radikalisme yang ada di Kabupaten Sumenep itu," lanjutnya.

Kotak Amal Masjid di Pakis Malang Dibobol Pencuri, Pelaku Awalnya Pura-Pura Salat sebelum Beraksi

Gubernur Khofifah Klaim Covid-19 Jawa Timur Sudah Terkendali, Rate of Transportation di Bawah 1

"Dan tidak ada tren yang positif kenaikan radikalisme tidak ada, bahkan seandainya ada gerakan-gerakan sepertinya saja radikal itu masih berkomunikasi dengan kami," katanya.

Hadirnya Mahfud MD ke Kabupaten Sumenep, diharapkan Abuya Busyro Karim, dapat memberikan pencerahan pemikiran-pemikiran.

Alasannya, karena media sosial saat ini bagi yang tidak cerdas kadang-kadang itu dijadikan ketiga setelah Quran hadist dan media sosial.

"Sepertinya kebenaran ada di sana, dan itulah perlunya pendekatan dari semua pihak, untuk terus melakukan pendekatan-pendekatan pencerahan bertemu dan berbicara dan insyaallah itu akan memberikan dampak yang positif," ujarnya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved