Berita Sumenep

Terhenti di Polres Sumenep, Anang Endro Prasetyo Pertanyakan Penyidikan Kasus Pemalsuan AJB Tanah

Proses penyidikan dugaan kasus Akta Jual Beli Tanah tanah sejak 2013 lalu dilaporkan oleh Anang Endro Prasetyo ke Polres Sumenep dan dipertanyakan.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Anang Endro Prasetyo saat memberikan keterangan di salah satu Caffe di Sumenep, Selasa (6/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Proses penyidikan dugaan kasus Akta Jual Beli Tanah (AJB) tanah sejak 2013 lalu yang dilaporkan oleh Anang Endro Prasetyo ke Polres Sumenep hingga saat ini dipertanyakan.

Pasalnya Hakim tunggal (PN) setempat yang menangani perkara nomor 05/Pe.Pra/2016/PN.SMP, Yuk Layusi, memutuskan pada hari Kamis tanggal 27 Oktober 2016 lalu penerbitan SP3 yang dikeluarkan oleh penyidik Polres Sumenep dibatalkan dan penyidikan kasus dugaan pemalsuan AJB tanah tersebut tetap dilanjutkan.

ASPRIM Angkat Bicara Soal Fasilitas Wisata Bukit Bintang Pamekasan Dibakar, Beri Saran Ini ke Pemkab

Pengakuan Duda Tua di Bojonegoro Setubuhi Gadis 14 Tahun Usai Cekoki Arak: Cuma Sekali Saya Lakukan

Gadis 14 Tahun di Bojonegoro Disetubuhi Kakek Duda, Berawal dari Arak, Berakhir Pilu di Rumah Pelaku

"SP3 ini saya praperadilankan, keputusan sidang praperadilan ini SP3 ini tidak sah dan penyidik (Polres Sumenep) harus melanjutkan penyidikan. Tetapi dari tahun 2016 hingga saat ini tidak ada tindak lanjut dan bagaimana kabar dari hasil penyidikan itu," kata Anang Endro Prasetyo pada TribunMadura.com, Selasa (6/10/2020).

Warga di Jalan Kemala Nomer 40 Kelurahan Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep ini mengaku telah jadi korban dugaan pemalsuan AJB tanah oleh terlapor H. Sugianto asal Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.

Anang Endro Prasetyo membenerkan, laporan ini sesuai laporan polisi nomor : TBL/23/1/2013/JATIM/Res Sumenep perkara tindak pidana penipuan dalam jual beli satu buah rumah sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUH Pidana.

Dan laporan polisi tersebut, diperbaharua dengan nomor : TBL 08/1/2015/Jatim/Res.Smp perkara tindak pidana pembuatan dan penggunaan AJB palsu atau pembuatan dan penggunaan Akte Authentik palsu sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 264 ayat 1e dan ayat 2 KUH Pidana.

"Kasus penyidikan ini tetap berlanjut dan tolong polisi secara resmi beri tahu saya tentang kelanjutan kasus ini. Saya minta secara kelembagaan ini, kemaren saya sudah kirim surat ke Polres dan hingga saat ini belum ada jawaban," tuturnya.

Pemilik Akun FB Allby Madura yang Menghina Kiai Ponpes Karang Durin Serahkan Diri Ke Polres Sampang

Diduga Sopir Kurang Konsentrasi, Mobil ASN di Kabupaten Madiun Oleng ke Kiri hingga Masuk Selokan

Pemilik Akun FB Allby Madura yang Menghina Kiai Ponpes Karang Durin Serahkan Diri Ke Polres Sampang

Kode Keras Rizky Billar Ajak Lesty Kejora Menikah, Tapi Tak Digubris Sang Pedangdut: Masih Bocil Ya?

Dikonfirmasi Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Dhani Rahadian Basuki mengaku belum tahu dugaan kasus tersebut.

"Saya belum tahu dan saya belum nerima suratnya, hari ini belum terima surat sama sekali," katanya.

Untuk diketahui sebelumnya, Kepolisian Resort (Polres) Sumenep kalah dalam sidang perkara Praperadilan penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan pemalsuan akta jual beli tanah yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sumenep pada Kamis, tanggal 27 Oktober 2016 lalu yang diajukan Anang Endro Prasetyo dengan termohon pihak Polres Sumenep. Tanah yang dipersoalkan tersebut berada di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.

Hakim tunggal yang menangani perkara nomor 05/Pe.Pra/2016/PN.SMP, Yuk Layusi, memutuskan penerbitan SP3 yang dikeluarkan oleh penyidik Polres Sumenep dibatalkan, dan penyelidikan kasus dugaan pemalsuan akta jual beli tanah tersebut dilanjutkan.

Pemohon alias Anang Endro Prasetyo, mengaku berdasarkan fakta di persidangan banyak yang tidak bisa dibuktikan.

Salah satunya kata Anang Endro Prasetyo adanya ketidaksamaan objek jual-beli antara yang telah disepakati dengan yang tertera di Akta Jual Beli Tanah (AJB). Sesuai kesepakatan yang tertera di kwitansi, hak milik AJB dengan nomor 3723. Namun dalam AJB yang diterbitkan tertera 1225.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved