Breaking News:

Berita Surabaya

Ulah Nakal Rahnoyo di Kamar Mandi Buat Tetangganya Menjerit, Nyaris Jadi Amukan Warga Karena Ponsel

Rahnoyo nekat merekam remaja berinisial EL (18) yang merupakan tetangganya sendiri saat sedang mandi.

venadsahodaya.com
ilustrasi - Ulah Nakal Rahnoyo di Kamar Mandi Buat Tetangganya Menjerit, Nyaris Jadi Amukan Warga Karena Ponsel 

Saat kepergok oleh tetangga kos lainnya, ABS justru lari.

Gerak-geriknya itu pun membuat penghuni kos curiga hingga mengejarnya.

"Saat ditangkap dan digeledah, ternyata ada handpone korban yang dibawanya," tambah Hadi.

Untuk memastikan jika handpone itu milik korban, saksi membawa ABS untuk kembali ke rumah kos menemui korban.

"Saat ditemukan kepada korban, benar jika itu handpone miliknya dan selanjutnya korban melaporkan kejadian itu ke kami," tamdas Hadi.

Sementara itu, ABS mengaku hanya spontan saat melihat kamar kos korban kosong dan masuk untuk mencuri.

 Kapolres Pamekasan Dimutasi, Jabatan AKBP Djoko Lestari Digantikan AKBP Apip Ginanjar, Ini Sosoknya

 Muncul Klaster Covid-19 di Perkantoran dan Praktik Dokter di Kota Blitar, Pekerja Diminta Waspada

Ia berdalih ingin sekali memiliki handpone untuk digunakan sendiri.

"Saya pengen punya handpone seperti teman-teman. Buat main game," akunya.

Kasus Lainnya

Di usianya yang menginjak ke-50, Puguh Dwi Santoso masih memiliki semangat asmara menggelora.

Pria yang tinggal di Ketintang, Kota Surabaya itu, menjalin asmara dengan seorang janda.

Tetapi, tali kasih keduanya dinodai aksi mengejutkan Puguh Dwi Santoso di kamar kekasihnya.

Pada akhir Juni 2020 lalu, pelaku nekat masuk ke kamar kos korban di Jalan Dukuh Kupang.

Ia datang ke kamar kos korban tanpa sepengetahuan pemilik kamar.

Namun, saat itu pelaku hanya mendapati anak korban sendirian di dalam kos.

 Korban Tewas Kecelakaan Maut di Perlintasan Kereta Api Sidoarjo Bertambah, Sisakan 1 Korban Selamat

 Kisah Mantan Napi di Tuban Dapat Remisi Hari Kemerdekaan RI, Ingin Jadi Guru Ngaji Setelah Bebas 

Sementara sang kekasih sedang berada di luar.

Dari sana, muncul niat jahat pelaku untuk mencari barang berharga korban.

Setelah beberapa laci dan lemari diacak-acak, tersangka mendapati perhiasan milik korban yang disimpan dalam dompet kecil.

Hasilnya, tersangka membawa kabur kalung seberat 10,1 gram, gelang seberat 25 gram, berikut surat nota pembelian.

Tanpa basa basi, tersangka langsung pergi dari rumah kos korban.

Saat korban masuk, ia kaget mendapati rumah kosnya berantakan.

Dia bertambah kaget saat mendengar cerita anaknya jika barang-barang berharganya dibawa tersangka.

Dia kemudian melaporkan peristiwa itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya.

ilustrasi
ilustrasi (Audrey Hackett via ysnews.com)

 HUT RI ke-75 pada Masa Pandemi, Kapolres Pamekasan Ajak Masyarakat Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

 Dua Pegawai Dinas Pertanian Mojokerto Positif Covid-19, Kantor Dispertan Terapkan Semi Lockdown

Berbekal keterangan dan alat bukti yang dibawa korban, petugas berhasil mengidentifikasi keberadaan tersangka.

Baru pada awal Agustus lalu, polisi meringkus tersangka.

"Ya benar sudah kami amankan," kata Kanitresmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Arief Rizky Wicaksono, Senin (17/8/2020).

"Masih proses penyidikan dan pengembangan untuk indikasi TKP lain," terang dia.

Dihadapan penyidik, tersangka mengaku sudah menjual sebagian barang hasil curian.

Dia menyebut, uang hasil penjualan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Sebagian tak jual, sebagian tak gadaikan pak. Buat makan sehari-hari," aku Santo.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved