Berita Pamekasan

Penyebab Kedai Bukit Bintang Ditutup, Keinginan Masyarakat & Dinilai Kiai Tak Sesuai Kearifan Lokal

Penutupan Kedai Bukit Bintang Pamekasan adalah permintaan dari Kiai karena dinilai ada yang tidak diterima oleh lingkungan masyarakat.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Keadaan Kedai Bukit Bintang di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura setelah dibakar sejumlah massa saat melakukan demonstrasi pada Senin 5 Oktober 2020. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Kapolsek Palengaan Pamekasan, Iptu Sri Sugiarto mengungkap penyebab ditolak hadirnya Kedai Bukit Bintang di Kelurahan Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.

Ia menjelaskan, penutupan itu adalah permintaan dari Kiai karena dinilai ada yang tidak diterima oleh lingkungan masyarakat.

Menurut dia, masyarakat di Kelurahan Larangan Badung sangat memperhatikan kearifan lokal sebab berdekatan dengan lingkungan pondok pesantren besar.

Polsek Pegantenan Pamekasan Bagikan Ratusan Masker ke Masyarakat, Percepat Cegah Penularan Covid-19

Warga Tulungagung yang Tewas Seusai Mobil Tabrak Tembok Makam Dikenal Sebagai Duda Tak Neko-neko

Pelaku UMKM di Sampang Terancam Tidak Bisa Nikmati Bantuan Rp 2,4 Juta, Data Penerima Tak Ditemukan

Keadaan Kedai Bukit Bintang di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura setelah dibakar sejumlah massa saat melakukan demonstrasi pada Senin 5 Oktober 2020.
Keadaan Kedai Bukit Bintang di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura setelah dibakar sejumlah massa saat melakukan demonstrasi pada Senin 5 Oktober 2020. (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

"Dengan ditutupnya Kedai Bukit Bintang oleh Satpol PP Pamekasan semoga situasi di wilayah Palengaan dan lingkungan pesantren ini kondusif," kata Iptu Sri Sugiarto kepada sejumlah media, Rabu (7/10/2020).

Ia mengaku bersyukur, sebab setelah dilakukan penutupan Kedai Bukit Bintang, situasi keamanan di Desa Larangan Badung jadi kondusif

Namun pihaknya menyayangkan dengan adanya pembakaran sejumlah fasilitas kedai saat demo berlangsung.

Menurut dia, insiden seperti itu tidak sepatutnya terjadi.

"Ya mungkin karena panas dan saat itu massa menunggu lama karena Kiai belum datang sehingga massa sudah geram lalu melakukan pembakaran itu," ujarnya.

Iptu Sri Sugiarto berjanji akan mengawasi Kedai Bukit Bintang ini setalah ditutup sesuai dengan keinginan masyarakat dan Kiai.

Kata dia, pemilik sudah sepakat dan siap untuk dilakukan penutupan.

"Semoga pak Soleh (pemilik kedai) ini bisa mendapatkan pekerjaan yang lain yang lebih barokah nantinya," doanya.

Ke depan pihaknya akan melakukan pembinaan kepada pemilik Kedai Bukit Bintang untuk memberikan pemahaman tentang usaha yang diterima oleh masyarakat dan Kiai.

Ia mengaku kasihan kepada pemilik Kedai Bukit Bintang karena sudah mengeluarkan uang banyak tapi ada sebagian fasilitas yang dirusak oknum massa.

BREAKING NEWS Pria Tulungagung Tewas Usai Mobil Tabrak Tembok Makam Padahal Baru Pertama Kopi darat

Tiga Area Traffic Control System Belum Terpasang CCTV, Dishub Sampang Lakukan Pengajuan Penambahan

Polres Kediri Ringkus Dua Maling Spesialis Kabel PLN, Dihadiahi Timah Panas karena Melawan Polisi

Keadaan Kedai Bukit Bintang di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura setelah dibakar sejumlah massa saat melakukan demonstrasi pada Senin 5 Oktober 2020.
Keadaan Kedai Bukit Bintang di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura setelah dibakar sejumlah massa saat melakukan demonstrasi pada Senin 5 Oktober 2020. (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

"Semoga hikmah dari adanya penutupan ini semua bisa menjaga kondusifitas di lingkungan Kecamatan Palengaan," harapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved