Berita Ponorogo

Residivis Penggelapan Mobil Sewaan Antar Kota Ditangkap, Selama ini Menganggur Tapi Terlilit Utang

Tersangka meminjam mobil Toyota Avanza tahun 2017 warna putih berplat nomor AE 1824 ST selama tiga hari.

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis Saat Memberikan Keterangan Kepada Media, Selasa (6/10/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Satreskrim Polres Ponorogo berhasil membekuk Hendrik Rudianto (40), residivis kasus penggelapan mobil sewaan, Selasa (6/10/2020).

Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis menjelaskan, kejadian bermula saat Hendrik menyewa mobil milik Syamsul Arifin (37) warga warga Desa Padas, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo.

Dalam perjanjiannya, tersangka meminjam mobil Toyota Avanza tahun 2017 warna putih berplat nomor AE 1824 ST selama tiga hari.

Undang Kecurigaan Polisi, Truk Box Berlabel PT Pos Indonesia ini Malah Angkut Kayu Sonokeling Curian

UPDATE Corona di Kabupaten Nganjuk, Ada 5 Pasien Tambahan, Total Kasus Covid-19 Capai 516 Orang

PT KAI Imbau Warga Patuhi Peraturan di Perlintasan Kereta Api, Ada Denda Rp 750 Ribu bagi Pelanggar

Gempa 5,0 Magnitudo Guncang Pesisir Lumajang, Tak Berpotensi Tsunami, Ini Imbauan BPBD

Namun, setelah habis masa waktu peminjaman, tersangka tidak kunjung mengembalikan mobil tersebut.

"Alasannya akan memperpanjang masa sewa," kata Azis, Selasa (6/10/2020).

Karena tidak percaya dengan perkataan tersangka, Syamsul mendatangi rumah tersangka dan tidak menemukan mobilnya.

"Menurut tersangka mobil tersebut sudah digadaikan ke Trenggalek," ucapnya.

Korban pun langsung melaporkan hal tersebut ke Polres Ponorogo dan ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan ke Trenggalek.

"Dan memang benar, mobil digadaikan di Trenggalek, dan tersangka sudah menerima uang muka sebesar Rp 15 juta," kata Azis.

Dari hasil pengembangan, ternyata tersangka yang merupakan warga Kecamatan Bungkal, Ponorogo tersebut juga menggadaikan mobil Toyota Inova bernopol AE 1957 SW yang ia digadaikan di Tulungagung seharga Rp 20 juta.

Azis menceritakan tersangka tergiur melakukan perbuatan tersebut untuk melunasi utang-utangnya.

"Selain itu, untuk kehidupan sehari-hari juga, karena tersangka adalah seorang pengangguran," terangnya

Hendrik berhasil diringkus saat makan di salah satu warung di Jalan Sumatera, Ponorogo tanpa ada perlawanan.

"Tersangka dikenai Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 dengan ancaman hukumam maksimal 4 tahun," lanjutnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved