Berita Sumenep
Warga Binaan Rutan Klas IIB Sumenep Kini Bisa Kembali Belajar Lewat Program Pendidikan Kesetaraan
Program pendidikan kesetaraan itu merupakan hasil kerja sama Pemkab Sumenep, melalui Dinas Pendidikan Sumenep dan Rutan Klas IIB Sumenep.
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim resmi meluncurkan program pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C di Rutan Klas IIB Sumenep, Rabu (7/10/2020).
Program pendidikan kesetaraan itu merupakan hasil kerja sama Pemkab Sumenep, melalui Dinas Pendidikan Sumenep dan Rutan Klas IIB Sumenep.
Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Carto menyampaikan, program itu sebagai bentuk pelayanan pendidikan bagi warga binaan Rutan Klas IIB Sumenep.
• Jenguk Tetangga Positif Covid-19, Puluhan Warga Ponorogo Jalani Tes PCR, Potensi Klaster Jagong Bayi
• Miris Aksi Pelajar 13 Tahun Sudah Nekat Bobol Brankas Kantor Koperasi, Bawa Kabur Uang Rp 43 Juta
• Nasib Pengelola Bukit Bintang Pamekasan usai Fasilitas Wisata Dibakar Massa, ASPRIM Akui Prihatin
"Pendidikan kesetaraan ini merupakan bentuk pelayanan pendidikan nonformal yang diharapkan dapat berkontribusi lebih banyak," kata Carto.
"Terutama dalam mendukung suksesnya program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah sejak tahun 1994," sambung dia.
Pendidikan kesetaraan ini, kata Carto, fakta menunjukkan telah memberikan kontribusi terhadap suksesnya wajib belajar pendidikan 9 tahun dan perluasan akses pendidikan menengah.
"Dari itu, pengakuan pemerintah terhadap lulusan pendidikan kesetaraan sama halnya dengan lulusan pemegang ijazah pendidikan formal," ungkap dia.
"Bisa dilanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, maupun melamar pekerjaan," terangnya.
• Kasus Covid-19 di Sidoarjo Terus Bertambah, Masih Banyak Warga yang Langgar Protokol Kesehatan
• Kemenhub Sosialisasi Keselamatan Jalan di Kota Blitar, Ajak Pengendara Disiplin Protokol Kesehatan
Ia mengaku sangat mendukung kebijakan merdeka belajar dan bekerja sama dengan Rutan Klas IIB Sumenep dengan menyelenggarakan program belajar kesetaraan tersebut.
"Dan SKB adalah satu-satunya satuan pendidikan non formal milik pemerintah di bawah dinas pendidikan, sehingga keberlangsungannya dijamin," ungkap dia.
"Maka peserta didik adalah warga binaan Rutan Klas IIB Sumenep, yang terdaftar sebagai warga belajar pada sanggar SKB Sumenep sesuai persyaratan yang berlaku," katanya.
Sementara itu, jumlah peserta didik pendidikan kesetaraan secara keseluruhan berjumlah 41 orang.
"Peserta didik program paket A, setara SDMI sebanyak 12 orang, paket B setara SMP sebanyak 14 orang dan paket C setara SMA sebanyak 15 orang," jelas dia.
"Tenaga pengajarnya seluruhnya berjumlah 8 orang, terdiri dari tenaga fungsional pamong belajar, SKB 3 orang, tenaga honorer K2 ada 3 orang, tutor bantu SKB 1 orang dan guri SMP Batuan 1 orang," katanya.
Hadir dalam acara ini, Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim, Karutan Kelas II B Sumenep, Viverdi Anghoro dan Upt Korwil se Madura.