Breaking News:

UU Cipta Kerja

Komentar Hotman Paris Pasca Pengesahan UU Cipta Kerja, Ungkap Rumitnya Urusan Pesangon Buruh

Sementara itu, pengacara kondang Hotman Paris angkat bicara terkait polemik disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja yang memicu kontroversi.

Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea saat menghadiri pemakaman KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jalan Irian Jaya, Cukir, Kabupaten Jombang, Senin (3/2/2020). 

TRIBUNMADURA.COM - Kontroversi pengesahan UU Cipta Kerja menimbulkan polemik.

Ternyata, meski UU Cipta Kerja dinilai pemerintah baik untuk segi investasi, namun buruh banyak yang menolak adanya UU Cipta Kerja.

Urusan pesangon buruh yang hingga kini masih belum terbenahi.

Hal itu diungkapkan oleh pengacara Hotman Paris.

DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja menjadi undang-undang dalam sidang paripurna yang berlangsung, Senin (5/10/2020).

Baca juga: Nikita Mirzani Terima Ancaman dari Pendukung Puan Maharani, Iwan Fals: Wah Repot Kalau Jin Udah Ikut

Baca juga: Download Lagu MP3 DJ Anjing Banget Remix Full Bass Terbaru 2020, Viral TikTok, Lengkap Video Musik

Baca juga: Tragis, Bocah 9 Tahun Bela Ibunya yang Hendak Diperkosa, Kini Ditemukan Tewas di Sungai

RUU Cipta Kerja disahkan menjadi Undang-Undang setelah mendapat persetujuan dari sebagian besar Fraksi di DPR.

Setidaknya ada tujuh item krusial dalam UU Cipta Kerja yang amat merugikan buruh seperti dinyatakan Presiden KSPI Said Iqbal.

Salah satunya yaitu, soal pesangon.

Pengurangan pesangon menjadi 25 kali upah bulanan. Buruh menolak pengurangan nilai pesangon dari 32 bulan upah menjadi 25 bulan. 

Cerita Hotman Paris

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved