Breaking News:

Berita Sampang

Tak Perlu Antre, Masyarakat Sampang Sudah Bisa Cetak KK hingga Akta Kelahiran Sendiri di Rumah

Kini masyarakat Sampang sudah bisa mencetak dokumen kependudukan seperti KK, akta kelahiran sendiri di rumah tanpa antre.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Plh. Kepala Dispendukcapil Sampang, Edi Subinto. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri terus melakukan upaya inovasi digitalisasi pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) online di tengah pandemi Covid-19.

Kini masyarakat sudah bisa mencetak dokumen kependudukan seperti KK, akta kelahiran, surat kematian sendiri di rumah tanpa antre.

Warga di Kabupaten Sampang tak pelu mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) untuk melakukan pencetakan dokumen kependudukan kartu keluarga (KK) hingga akta kelahiran.

Baca juga: Demo di Kejari Pamekasan, ALPART Dukung Pengusutan Kasus Korupsi yang Mulai Masuk Tahap Penyelidikan

Baca juga: Cerai dari Sirajuddin Mahmud, Imel Putri Cahyati Kini Sudah Punya Kekasih Pengusaha, Begini Sosoknya

Baca juga: ALPART Akan Demo di Kejari Pamekasan, Polri Pastikan Petugas Pengamanan Tak Dibekali Senjata Api

Plh. Kepala Dispendukcapil Sampang, Edi Subinto mengatakan, bahwa dokumen kependudukan sudah bisa diterbitkan dengan menggunakan tanda tangan elektronik atau barcode.

Masyarakat bisa melakukan cetak mandiri dokumen kependudukan yang persyaratannya sudah diajukan kepada Dispendukcapil sebelumnya.

"Pencetakan bisa dilakukan secara online kecuali, KTP sama Kartu Identitas Anak (KIA)," ujarnya kepada TribunMadura.com, Rabu (14/10/2020).

Adapun syarat dalam menjalankan pencetakan Adminduk secara online, masyarakat mendatangi Dispendukcapil untuk melampirkan atau memberikan alamat email pribadi yang aktif.

"Setelah dilakukan proses capil, yang bersangkutan akan mendapatkan notifikasi dari Kementrian Dalam Negeri dan mendapatkan nomor pin," terang Edi Subinto.

Ia menambahkan, dalam pencetakan nantinya tidak perlu menggunakan blanko security namun, menggunakan kertas HVS ukuran A4 80 gram.

Baca juga: VIRAL di Facebook Video Mesum Anak Muda di Taman Ponorogo, Ada Suara Perekam: Aku Ndredeg Ya Allah

Baca juga: Over Kapasitas, 14 Napi Bandar Narkoba Lapas Pamekasan Dipindah ke Lapas Karanganyar Nusakambangan

Baca juga: Polres Pamekasan Jaga Ketat Rumah Sakit Umum Mohammad Noer, Cegah Warga Ambil Paksa Jenazah Covid-19

"Kemudian keunggulan pelayanan ini dokumen kependudukan yang sudah ditandatangani secara elektronik tidak perlu dilakukan ligalisir ketika dibutuhkan untuk pelayanan publik yang lain," terangnya.

Lebih lanjut, Pihkanya berharap program yang sudah diberlakukan sejak Juli 2020 itu dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat.

"Semoga dimanfaatkan oleh masyarakat, karena semisal kartu kleuarganya sudah tandatangan elektronik ini Belum ditemukan, dia bisa mencetak sendiri," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved