Breaking News:

Berita Bangkalan

Lagi Musim Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Sekolah di Bangkalan Pantau Siswa via Google Meet

Keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law menimbulkan kekhawatiran. Sekolah di Bangkalan pantau siswa lewat Google Meet.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Kepala SMAN 1 Bangkalan St Maria Ulfa dalam paparannya di sela-sela deklarasi pernyataan sikap 'Menolak segala bentuk tindakan aksi anarkisme dan vandalisme di Pendapa Pratanu Pemkab Bangkalan, Jumat (16/10/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja menimbulkan kekhawatiran di kalangan kepala sekolah di Bangkalan.

Seperti yang disampaikan Kepala SMAN 1 Bangkalan St Maria Ulfa setelah deklarasi pernyataan sikap 'Menolak segala bentuk tindakan aksi anarkisme dan vandalisme' di Pendapa Pratanu Pemkab Bangkalan, Jumat (16/10/2020).

Baca juga: Dalam Sebulan, Tercatat 600 Warga Pamekasan Ketahuan Tak Pakai Masker di Taman Monumen Arek Lancor

Baca juga: Buntut Liga 1 Tak diizinkan Polri, Arema FC Lega PSSI dan PT LIB Beri Jaminan pada Semua Klub

Baca juga: Cara Nikita Mirzani Puaskan Hasrat Seksual Bikin Atta Halilintar Syok: Lebih Gak Dosa Main Sendiri

"Kami mengerahkan para wali kelas dan guru, pembelajaran menggunakan aplikasi Google Meet," ungkap Maria Ulfa kepada Surya.

Google Meet merupakan salah satu dari sekian banyak aplikasi video telekonferensi. Layanan ini mampu menampung sekitar 100 orang dalam satu sesi rapat virtual.

"Semua siswa muncul di layar untuk diabsen satu per satu, mulai awal hingga akhir setiap jam pelajaran," tegas Maria.

Seperti diketahui, hasil penyisiran anggota Polres Bangkalan mendapatkan sebanyak 32 siswa SMK dan SMA yang terkonsentrasi di kawasan GOR Sultan A Kadirun, Jalan Halim Perdana Kusuma, Jumat (9/10/2020).

Disampaikan Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra, massa pelajar terhasut ajakan melalui pamflet dan hendak bergabung bersama massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Gedung DPRD Bangkalan.

Maria Ulfa memaparkan, siswa yang tidak muncul dalam kegiatan belajar daring menggunakan aplikasi Google Meet wajib membagikan posisi terkini.

"Ketika tidak muncul, tidak jelas, siswa wajib share location agar diketahui keberadaan. Sekolah dan orang tua mencari tahu," paparnya.

Baca juga: Warung Kopi hingga Kamar Kos Jadi Tempat Pesta Narkoba. 4 Pengedar Sabu Ditangkap Polisi Mojokerto

Baca juga: Beda Sikap Satgas Covid-19 dan Bupati Tuban soal Jam Malam, Fathul Huda: Jam Malam Berakhir Hari Ini

Baca juga: Langkah Cegah Penularan Covid-19, Warga Kota Madiun Diminta Tingkatkan Imun dan Iman

Ia menambahkan, SMAN 1 Bangkalan juga mendirikan paguyuban wali siswa yang terhubung dalam grup aplikasi WhatsApp.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved