Breaking News:

Berita Kediri

Jerit Penjual Jajanan Sekolah saat Pandemi, Omzet Turun Karena Siswa PJJ, Kini Sering Pulang Malam

Pedagang jajanan sekolah juga merasakan dampak setelah pembelajaran jarak jauh siswa.

TRIBUNMADURA.COM/Farid Mukarrom
Arifin, Penjual Papeda di SD Negeri Ngasem Kabupaten Kediri, Senin (19/10/2020) 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada siswa sekolah yang kini tak lagi bisa menggelar pembelajaran tatap muka.

Pedagang jajanan sekolah juga merasakan dampak setelah pembelajaran jarak jauh siswa.

Arifin misalnya, pedagang papeda di Kecamatan Ngasem, Kediri ini, mengeluhkan pendapatannya berkurang karena siswa tak lagi menggunakan sistem pembelajaran tatap muka di sekolah.

Sebelumnya, Arifin sehari-hari berjualan papeda di sekitar SDN Ngasem.

Akibat pandemi Covid-19, ia mengaku sudah 8 bulan dirinya tak bisa menjajakan jualannya.

Peristiwa ini membuat omset dagangannya menurun drastis.

Apalagi, ia memang fokus menjual dagangannya untuk anak.

Arifin pun harus memikirkan berbagai macam cara agar dapat bertahan hidup selama pandemi Covid-19.

Salah satu yang dilakukan dengan berjulan lebih jauh dan jam bekerjanya pun jauh lebih panjang hingga malam hari,

"Kalau dulu cukup berjualan di sekolah enak, berangkat pagi jam 09.00 WIB, pulang jam 13.00 WIB," kepada SURYA.co.id ( grup TribunMadura.com ), Senin (19/10/2020).

Halaman
12
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved