Berita Pamekasan

Aktivis Lingkungan dan Pecinta Alam se-Pamekasan Bersih-Bersih Sampah di Jembatan Ampera Pamekasan

Terlihat perwakilan siswa pecinta alam atau Sispala dan mahasiswa pecinta alam atau Mapala se-Pamekasan berjibaku dalam kubangan air sungai.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Suasana saat ratusan aktivis lingkungan dan pecinta alam se-Pamekasan membersihkan sampah rumah tangga yang ada di sekitar bawah Jembatan Ampera, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota, Kabupaten setempat, Rabu (21/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Ratusan aktivis lingkungan dan pecinta alam se-Kabupaten Pamekasan bahu-membahu membersihkan sampah rumah tangga yang ada di sekitar bawah Jembatan Ampera, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota, Kabupaten setempat, Rabu (21/10/2020).

Terlihat perwakilan siswa pecinta alam atau Sispala dan mahasiswa pecinta alam atau Mapala se-Pamekasan berjibaku dalam kubangan air sungai. 

Mereka terlihat mengumpulkan berbagai benda dan sampah yang mengendap, serta menghambat arus air sungai yang dangkal itu. 

Ketua Umum Mahapala Unira, Syaiful Jayadi mengatakan, aksi bersih sampah kali ini dilakukan dalam rangka memperingati Dies Natalis Mahapala Unira.

Baca juga: Tragis Kisah Cinta Terlarang Kakak - Adik Ipar, Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang: Terancam Penjara

Baca juga: VIDEO Viral Warga Gotong Keranda Mayat Seberangi Sungai ke Makam Kuno, Kelurahan Beri Penjelasan

Baca juga: Prediksi Wanokuni Dream Bakal Muncul di One Piece Chapter 933, Hingga Aksi Kaido Lepaskan Serangan

Kata dia, aksi bersih-bersih sampah di bawah jembatan ini diikuti oleh 8 organisasi Sispala serta 2 UKM Mapala se Pamekasan.

Ia mengaku komitmen menjaga kebersihan alam di masa pancaroba yang sudah tiba ini 

Ia menginginkan, setelah bersih-bersih sampah itu selesai dilakukan, prioritas aliran sungai menjadi bersih dan lancar.

Sehingga menjadi penunjang dan mitigasi awal dalam menanggulangi bencana banjir. 

"Tercatat sekitar 150 aktivis pecinta alam yang berpartisipasi. Semua sepakat dalam apel pembukaan, untuk menjaga alam sekitar. Bahkan, perwakilan relawan dari KPMM dan FRPB juga turut serta," kata Syaiful Jayadi disela aksi bersih sungai tersebut.

Semetara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pamekasan, Amin Jabir mengatakan, sebelumnya titik aksi yang saat ini dijadikan pusat kegiatan, merupakan daerah langganan pembuangan sampah rumah tangga warga sekitar Jembatan Ampera, Gladak Anyar. 

Bahkan, setiap tahun pihaknya dengan komunitas peduli lingkungan selalu membersihkan daerah tersebut.

"Bahkan, tahun lalu kami sudah mensterilkan sampah di bawah jembatan itu. Tercatat 16 Ton sampah yang terkumpul saat itu," kata Amin Jabir.

Baca juga: Viral di Youtube Kronologi Oknum Satpol PP Berseragam Ambil Uang Pengemis, Kini Sudah Ditangkap

Baca juga: Alasan Salsha Ingin Jodohkan Denise dengan Lutfi Agizal, Feni Rose Sampai Syok: Aku Speechless

"Yang perlu dikuatkan adalah penegakan Perda nomor 3 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah oleh Satpol PP, jadi harus ada tindakan tegas," sambungnya.

Kepala Dinas yang akrab disapa Jabir ini berharap, ke depan adanya kesadaran dari masyarakat sekitar aliran sungai untuk tidak membuang sampah ke sungai. 

Saran dia, masyarakat setempat seharusnya juga bisa memilah sampah organik dan anorganik yang ada di TPS3R, untuk kemudian diangkut oleh Armada Sampah DLH ke TPA Angsanah.

"Per September lalu, sebetulnya kita sudah canangkan Pamekasan Cantik. Salah satunya adalah pengelolaan sampah melalui TPS3R sudah harus optimal," tutupnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved