Breaking News:

Berita Pamekasan

Kisah Inspiratif Ulfa Ainun, Hampir Tak Lanjut Kuliah hingga Jadi Wisudawati Terbaik IAIN Madura

Terlahir dari keluarga tidak mampu, anak dari pasangan Mistaram dan Farida ini sukses memberikan kejutan untuk kedua orangtuanya.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Dok Ulfa Ainun Nikmah
Wisudawan terbaik Ulfa Ainun Nikmah (kanan) saat menerima piagam dari rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim (kiri), Kamis (22/10/2020) kemarin. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan semangat Ulfa Ainun Nikmah untuk menyelesaikan pendidikan sarjananya di kampus IAIN Madura.

Terlahir dari keluarga tidak mampu, anak dari pasangan Mistaram dan Farida ini sukses memberikan kejutan untuk kedua orangtuanya.

Ia bahkan dinobatkan sebagai wisudawati terbaik di pagelaran Wisuda Sarjana ke-28 dan Magister ke-3 tahun akademik 2019/2020 yang digelar secara daring di aula IAIN Madura, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Jadwal Pencairan Dana Subsidi Gaji Gelombang 2 bagi Pekerja Swasta Upah di Bawah Rp5 Juta, Siap-Siap

Baca juga: IAIN Madura Berikan 200 Beasiswa KIP untuk Mahasiswa Berprestasi, Simak Syarat Pendaftarannya

Baca juga: Irene Red Velvet Tersandung Kontroversi, Mantan Stylist SM Entertainment Beri Pengakuan Berbeda

Perempuan yang lahir di Kabupaten Pamekasan, 15 November 1997 ini, lulus dengan nilai IPK 3.79 dan berstatus pujian di Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah.

Sejak masuk di kampus IAIN Madura sedari tahun 2016, anak pertama dari dua bersaudara ini membiayai kuliah dari hasil upah ayahnya dan hasil kerjanya sendiri yang menjadi kuli di beberapa toko.

Selama tiga tahun, ia mengaku pindah-pindah tempat kerja, mulai dari bekerja kuli di toko air, kerja menjual, jual martabak telur hingga di bekerja butik.

"Selama kuliah biaya didapat dari jerih payah orang tua dan upah saya bekerja dari sore hingga malam," kata dia saat dihubungi TribunMadura.com, Jumat (23/10/2020)..

"Biasanya bekerja dari jam 16.00 hingga 23.00 WIB," sambung perempuan asal Desa Klampar, Kecamatan Proppo ini.

Baca juga: Tetangga Kaget Dengar Rintihan Mama Muda dari Balik Kamar Kontrakan, Ada Suara Teriakan Istighfar

Baca juga: Promo Superindo Periode 23 - 25 Oktober 2020, Dapatkan Diskon Harga Nugget, Minyak Goreng, dan Buah

Perempuan yang akrab disapa Ulfa ini juga menceritakan, sebelum ia melanjutkan kuliah, orang tuanya sempat keberatan dan khawatir tidak bisa menyelesaikan atau berhenti di tengah jalan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved