Breaking News:

Berita Sampang

Polda Jatim Berencana Bangun Mako Brimob di Sampang, Jaga Kamtibmas Lebih Strategis di Madura

Polda Jatim akan membangun Markas Komando (Mako) Brimob di Desa Pangerreman Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Mapolres Sampang Jalan Jamaluddin Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Jumat (23/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Lahan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Desa Pangerreman, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, bakal dibangun Markas Komando (Mako) Brimob Polda Jatim.

Rencananya, pembangunan Mako Brimob Polda Jatim akan berlangsung secara bertahap mulai tahun 2021 dan saat ini masih proses administrasi pelepasan tanah hibah.

Kapolres Sampang, AKBP Abdul Hafidz mengatakan, wilayah Kabupaten Sampang dipilih untuk membangun Batalyon D Pelopor Sat Brimob Polda Jatim lantaran lokasinya yang dinilai strategis.

Baca juga: Desa Napo Laok Sampang Bakal Disulap Jadi Wisata Agro Buah Surga, Pembangunan Dimulai Tahun Depan

Baca juga: Kisah Inspiratif Ulfa Ainun, Hampir Tak Lanjut Kuliah hingga Jadi Wisudawati Terbaik IAIN Madura

Baca juga: Tanda-Tanda Hamil Muda, Perhatikan saat Terjadi Mood Swing hingga Rasa Aneh di Mulut

AKBP Abdul Hafidz menyebut, Kabupaten Sampang terletak di tengah Pulau Madura, sehingga dinilai dapat menjangkau keamanan ke daerah lainnya, seperti Kabupaten Bangkalan, Pamekasan, hingga Sumenep.

"Kebetulan lokasi yang dipilih merupakan penawaran dari Bupati Sampang sehingg, ditinjau oleh Biro Logistik dan prinsipnya disetujui," ujarnya., Jumat (23/10/2020).

Adapun pertimbangan pembangunan tersebut sebagai menjaga kamtibmas di wilayah kerawanan yang cukup tinggi utamanya sebagai jalur peredaran narkoba internasional dan konflik sosial.

Selain itu, membackup pengamanan dalam jumlah besar saat berlangsungnya pesta demokrasi di wilayah Madura khususnya di Sampang.

"Yang jelas ini dari kepentingan institusi Polri dengan kompleksitas permasalahan umum yang solutif," terang pria berkarismatik itu.

Baca juga: Arema FC Buka Peluang Gelar Latihan Bersama di Luar Kandang, Pulau Madura Masuk Daftar Tujuannya

Baca juga: Ketua Ansor Pamekasan Ajak Pemuda NU Gelorakan Resolusi Jihad Kiai Hasyim Asyari, Begini Pesannya

Lebih lanjut, tanah yang digunakan untuk rencana pembangunan Batalyon D Pelopor Sat Brimob Polda Jatim yang merupakan milik pemerintah seluas 15 hektar.

"Tanah yang digunakan bukan milik perorangan melainkan, milik perhutani, jadi sementara ini tidak ada gejolak dan mudah-mudahan tidak terjadi," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved