Berita Pamekasan
Hari Sumpah Pemuda, Ketua Pemuda Pamekasan Orasi Tunggal di Atas Becak, Usulkan Aplikasi Go-Cak
Ketua Pemuda Pamekasan melakukan orasi tunggal di atas becak yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Kata Sa'um, banyak hal yang bisa dipelajari dan diambil sebagai pelajaran hidup dari tukang becak.
Seorang tukang becak, kata dia adalah orang yang gigih.
Tidak mudah mengayuh becak baik di musim panas maupun saat hujan.
Dalam keadaan seletih apapun, tukang becak menurut dia akan dengan antusias menyambut penumpangnya dengan ramah.
"Tukang becak adalah salah satu profesi yang sangat setia kawan, sangat jarang terlihat tukang becak rebutan penumpang di antara mereka," ucapnya.
Di mata Sa'um, tukang becak selalu memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggannya.
Misalkan, saat jalanan menanjak, tukang becak akan turun mendorong becaknya, dan penumpang beserta barang-barang yang dibawa, akan tetap terlihat duduk dengan manis di kursi becak sembari bersandar.
"Tukang becak adalah profesi yang sangat profesional, mengapa? Karena hampir tidak pernah kita melihat tukang becak menurunkan penumpangnya di tengah jalan," katanya.
"Jika sudah disepakati tempat tujuan dan harga jasanya, tukang becak selalu berusaha sekuat tenaga mengantarkan penumpang beserta barangnya sampai tempat tujuan, bahkan sampai di depan pagar pintu rumahnya," imbuhnya.
Bahkan, lanjut Sa'um, tukang becak juga sangat ringan tangan membantu menurunkan dan menaikkan barang belanjaan atau dagangan penumpangnya tanpa harus disuruh.
Tidak heran kata dia jika banyak tukang becak menjadi langganan tetap bagi sebagian besar pedagang kecil, dan ibu-ibu rumah tangga.
Karena kebanyakan tukang becak adalah orang-orang yang jujur dan bertanggung jawab, sehingga banyak orang tua mempercayakan anak-anak mereka yang masih kecil untuk diantar atau jemput ke sekolah di dalam komplek suatu perumahan.
Namun saat ini, fenomena itu kata Sa'um sudah sedikit berkurang.
Menyikapi polemik itu, Sa'um mengusulkan kepada pemerintah, khusunya Pemkab Pamekasan agar membuat sebuah aplikasi bernama Go-Cak demi memudahkan para tukang becak untuk mendapatkan penumpang.
"Bila hadirnya aplikasi Go-Jek dan Grab di Indonesia bisa sukses, apa tidak mungkin aplikasi Go-Cak juga akan sukses bila nantinya akan dibuat oleh pemerintah atau anak muda," sarannya.