Berita Pamekasan

Hari Sumpah Pemuda, Ketua Pemuda Pamekasan Orasi Tunggal di Atas Becak, Usulkan Aplikasi Go-Cak

Ketua Pemuda Pamekasan melakukan orasi tunggal di atas becak yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Ketua Pemuda Pamekasan, Mashudi, saat berorasi di atas becak di Monumen Arek Lancor, Rabu (28/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Ketua Pemuda Pamekasan, Mashudi melakukan orasi tunggal di atas becak yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun, Rabu (28/10/2020).

Orasi yang dilakukan oleh pemuda berusia 27 tahun ini terbilang cukup unik.

Sebab, ia berorasi dengan cara berkeliling Monumen Arek Lancor Pamekasan sembari berdiri di atas becak.

Baca juga: Lulusan S2 UGM asal Madiun Manfaatkan Popok Bekas Jadi Media Tanam, Cegah Banjir saat Musim Hujan

Baca juga: Universitas Trunojoyo Madura Jadi Garda Terdepan Tanamkan Nilai-nilai Kebangsaan kepada Mahasiswa

Baca juga: Pengurusan Berkas Kependudukan di Dispendukcapil Pamekasan Gratis, Jangan Sampai Tertipu Calo!

Dengan mengenakan Jubah Wisuda warna hitam dan megaphone di tangannya, Mashudi tampak gagah menyuarakan perihal perjuangan pemuda di masa lampau saat masa perjuangan.

Mashudi mengaku sengaja menyewa tukang becak untuk ikut bersama dirinya melakukan orasi keliling di area Kota Pamekasan.

Menurutnya, ada pesan tersirat yang ingin ia sampaikan kepada Pemerintah khususnya Pemkab Pamekasan untuk peduli terhadap kesejahteraan tukang becak yang saat ini semakin sepi penumpang lantaran masuknya profesi Ojek Online ke kabupaten.

Kata Mashudi, sekitar tahun 1970an hingga akhir 1980an, becak menjadi angkutan transportasi yang disayangi oleh masyarakat Pamekasan terutama ibu-ibu yang hendak pergi ke Pasar atau ke Toko Emas.

Namun, tahun 2020 ini, becak tidak lagi menjadi angkutan primadona yang diminati oleh masyarakat Pamekasan lantaran pesatnya kemajuan teknologi serta banyaknya masyarakat yang sudah memiliki kendaraan.

Baca juga: Hasil 3 Hari Operasi Zebra Semeru 2020 di Sampang, Lebih dari 100 Pengendara Terjaring, R2 Dominasi

Baca juga: SDN Sukajeruk 1 Masalembu Sumenep Dapat Bantuan DAK, Dana Disiapkan untuk Rehab Tiga Ruang Kelas

"Saat ini mungkin kita masih bisa menjumpai becak di area perumahan dan pasar yang masih banyak diminati ibu-ibu untuk menggunakan jasa abang becak untuk mengantar mereka pergi dan pulang dari pasar, tapi tak seramai dulu," kata Mashudi kepada sejumlah media.

"Tapi apakah nanti 5 sampai 10 tahun ke depan, anak-anak kita masih bisa menjumpai tukang becak? Bisa saja akan hilang menjadi sejarah," tambahnya.

Menurut pria yang akrab disapa Sa'um ini, tukang becak memang selalu dikonotasikan sebagai profesi strata terbawah dalam berbagai jenis angkutan.

Namun, kata dia, jangan pernah mengganggap tukang becak sebagai profesi yang sangat buruk.

Sebab, bagaimana pun, becak adalah bagian dari lahirnya sejarah.

"Belum pernah saya mendengar ada anak-anak atau pemuda yang bercita-cita menjadi tukang becak. Jadi kebanyakan yang menjadi tukang becak biasanya karena jalan nasib," urainya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved