Berita Bangkalan
Universitas Trunojoyo Madura Jadi Garda Terdepan Tanamkan Nilai-nilai Kebangsaan kepada Mahasiswa
Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar peringatan Sumpah Pemuda dengan Dialog Kebangsaan MPR RI.
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Pengabdian masyarakat itulah yang bisa dikembangkan kampus untuk membentengi mahasiswa dari isu-isu yang berpotensi merongrong Pancasila.
Karena mahasiswa, lanjutnya, di luar kegiatan penelitian dan pendidikan juga beraktifitas dengan masyarakat.
Kampus tidak bisa mengontrol satu per satu masyarakat yang berinterakasi dengan mahasiswanya.
"Caranya dengan forum seperti ini. Melibatkan 4.000 lebih mahasiwa baru UTM dalam penanaman nilai-nilai kebangsaan," pungkas Baidowi.
Rektor UTM Dr Drs Ec H Muh Syarif Msi mengungkapkan, mentoring kebangsaan akan memberikan pemahaman yang kuat kepada mahasiswa baru tentang Empat Pilar sebagai konsensus kebangsaan.
"Kami harapkan dengan mentoring kebangsaan ini, mahasiswa baru UTM mempunyai komitmen dengan konsensus kebangsaan. Sehingga bisa terhindar dari sesuatu yang bisa merubah orientasi kebangsaan," ungkapnya.
Sekedar diketahui, total jumlah mahasiswa baru UTM tahun ini mencapai 4.300 orang. Lebih dari 75 persen mengikuti dialog kebangsaan yang digelar secara daring.
Selain sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Syarif berharap tercipta kegiatan literasi dan inklusi untuk berpartisipasi dengan kegiatan mentoring kebangsaan ini.
"Karena nanti ada penugasan dari tim mentoring, ada kewajiban yang harus diikuti," pungkasnya.
Selain Baidowi, Dialog Kebangsaan MPR-RI dalam Rangka Pembukaan PETIK juga mengahadirkan pemateri lain, Dosen Fakultas Hukum UTM Muwaffiq Jufri.
Ia mengusung tema 'Merajut Cinta untuk Indonesia' dengan paparan keragaman suku, bahasa, budaya, dan ratusan ribu jenis flora dan fauna. (edo/ahmad faisol)