Berita Mojokerto

Tidur di Gubuk Reyot karena Penghasilan Rp 50 Sehari, Warga Mojokerto: Atap Sudah Ambrol, Kami Takut

Akibat pandemi Covid-19, warga kurang mampu di Dusun Kedawung Utara, Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto harus tidur di gubuk reyot

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Sebuah keluarga miskin menghuni rumah reyot di Dusun Kedawung Utara, Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Sebuah keluarga miskin menghuni gubuk reyot di Dusun Kedawung Utara, Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Gubuk reyot yang ditempati warga kurang mampu tersebut nyaris roboh.

Pantauan TribunMadura.com, gubuk reyot itu dihuni oleh tiga orang, yaitu pasangan suami istri bernama Asfiyah (34) bersama suaminya Herman Abel (45) beserta anak laki-lakinya bernama M. Soleh (13) siswa SMP.

Kondisi gubuk reyot itu sangat memprihatinkan, berlantai tanah, dinding berbahan bilik bambu itu sudah usang dan rusak parah bahkan tiang pondasi keropos, nyaris roboh.

Sebagian tiang bambu penyangga rumah sudah terlepas tidak menyentuh tanah sehingga bangunan rumah tampak miring ke kiri.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalan Ngebrak, Kabupaten Kediri, Libatkan Truk, Bus dan Motor, Satu Orang Tewas

Baca juga: Pria Sidoarjo Ketahuan Simpan 46 Ribu Butir Pil Koplo di Kamar, Dimasukkan ke Botol, Ada Sabu-sabu

Baca juga: Terungkap Sudah Hasil Analisa Pakar, Kesamaan Gisel dengan Pemeran Video Syur Lebih dari 70 Persen

Baca juga: Bupati Sampang Slamet Junaidi Resmikan Rumah Sakit Daerah Ketapang di Pantura

Rumah reyot di Dusun Kedawung Utara, Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Rumah reyot di Dusun Kedawung Utara, Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD ROMADONI)

Apalagi, atap dapur runtuh yang diperparah di dalam rumah mereka tergenang air ketika turun hujan.

"Ya beginilah kondisi rumah sudah lama semakin rusak, dinding dan atap genting bolong keropos terkena air hujan saat hujan banjir air masuk ke dalam rumah," ungkap pemilik rumah, Asfiyah, Jumat (13/11/2020).

Mayoritas kontruksi rumah terbuat dari kayu dan bilik bambu yang lapuk dimakan usia dan rusak akibat faktor cuaca. Dia bersama keluarga kecilnya menghuni rumah itu sejak 2009.

Derita keluarga mereka terbiasa tidur di ruangan tamu ketika malam hujan turun lantaran atap  ruangan kamar bocor.

Bahkan, seringkali saat terlelap tidur mereka selalu merasakan hawa dingin yang menyeruak seketika lantaran angin dari luar masuk menembus dinding rumah.

"Memang begini kondisinya kalau hujan air masuk sampai dapur, pasrah," ujarnya.

Baca juga: Promo JSM Indomaret 13 - 15 November, Turun Harga Minyak Goreng, Beras Hingga Promo Tebus Murah

Baca juga: Promo JSM Alfamart Hari Jumat 13 November 2020, Promo Kebutuhan Rumah Tangga hingga Beli 2 Gratis 2

Baca juga: Gisel Didesak Komnas PA untuk Minta Maaf Atas Kasus Video Syur yang Bikin Heboh Netizen Indonesia

Baca juga: Pulang Kunker, 5 Anggota DPRD Kabupaten Kediri Diduga Terkonfirmasi Covid-19 Gugus Tugas: Belum Ada

Nasib orang pinggiran yang hidup sederhana dan serba kekurangan dan diperparah situasi Pandemi tidak membuat keluarga Asfiyah mengeluh.

Namun, dia selalu ketar-ketir rumah rusak seperti itu yang dikhawatirkan sewaktu-waktu berpotensi ambruk. 

Dia bersama suaminya sempat memperbaiki atap dengan alat seadanya menutup menggunakan spanduk banner bekas untuk mengurangi air hujan masuk ke dalam rumahnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved