Breaking News:

Berita Sampang

Korban Pemalsuan Surat Sertifikat Tanah Datangi Polres Sampang, Tanyakan Kelanjutan Kasusnya

Hasmadi mendatangi Polres Sampang dan menanyakan kelanjutan kasus dugaan pemalsuan surat sertifikat tanah hak milik no. 639.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Hasmadi (41) warga Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura saat mengunjungi Markas Polisi Resort (Mapolres) Sampang, Rabu (18/11/2020) pukul 10.30 WIB. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Hasmadi warga Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura mengunjungi Markas Polisi Resort (Mapolres) Sampang, Rabu (18/11/2020) sekitar 10.30 WIB.

Kedatangan pria berusia 41 tahun tersebut untuk meminta kejelasan terhadap pihak kepolisian terkait laporan yang dilakukan oleh saudara ibu kandungnya bernama Liwati (60) tentang  tindak pidana dugaan pemalsuan surat sertifikat tanah hak milik no. 639 atas nama Suro als P. Hadiri.

Baca juga: Polisi Pastikan Bakal Ada Tersangka Baru Kasus Video Syur, Wajah Gisella Disoroti Psikolog: Stres

Baca juga: Tersorot Wajah Arumi Bachsin Tanpa Make Up saat Diving di Banyuwangi, Intip Gaya Istri Emil Dardak

Baca juga: Kabupaten Ponorogo Masuk Zona Oranye Corona, Pemkab akan Evaluasi Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: Kronologi Lengkap Xenia Tabrak Motor Petani Sampai Dua Kendaraan Masuk Hutan Dawarblandong Mojokerto

Laporan kasus dugaan pemalsuan yang dilakukan warga Kecamatan Sampang, berinisial S itu dilakukan oleh Liwati sejak 4 Oktober 2016 namun, hingga detik ini belum ada tindak lanjut.

"Sudah sekitar empat tahun berjalan, laporan kasus pemalsuan sertifikat ini dilayangkan oleh bibi saya, tapi hingga saat ini masih belum ada kejelasan," kata Hasmadi saat berada di halaman Mapolres Sampang.

Ia menambahkan, setelah bertemu dengan pihak kepolisian yakni, Kanit III Tipidkor Indarta dan berbincang panjang lebar soal laporannya, tetap saja masih belum ada titik terang.

Sebab, pihak kepolisian tidak mengatahui Unit mana dulu yang menerima laporannya yang dilakukan oleh bibinya tersebut.

"Tadi pihak kepolisian bersikap terbuka bahkan, akan membantu unit mana yang menerima laporan kami itu dan nanti mau diinformasikan ke kami," terang Hasmadi.

Mengetahui hal tersebut, Pria berkulit sawo matang itu berharap agar pihak kepolisian segera menginformasikan kepada dirinya tentang tidak lanjut atau perkembangan kasus yang dilaporkan oleh keluarganya.

"Tentunya kami berharap kepada Polres Sampang untuk menindak lanjut kasus yang bibi saya laporkan sejak empat tahun lalu," harapnya.

Baca juga: Dinsos Sampang: Bantuan Sosial untuk Keluarga Penerima Manfaat Diprediksi Berakhir Tahun 2020

Baca juga: Sule Ungkap Makna di Balik 3 Mahar yang Diberikan ke Nathalie Holscher: Selalu Ingat Rukun Islam

Baca juga: Kekesalan Nathalie Holscher Malam Pertama Diganggu Andre Taulany, Istri Sule: Ditunggu Depan Pintu

Baca juga: 5 SMP di Bondowoso akan Gelar Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka, Prokes Dipersiapkan Secara Matang

Sementara, saat dikonfirmasi melalui selulernya Kanit III Tipidkor Polres Sampang, Indarta menyampaikan, jika pihaknya akan mengkroscek kasus dugaan pemalsuan sertifikat tanah tersebut.

Sebab, laporan yang dilakukan pada 2016 lalu itu bukan dirinya yang menangani.

"Kami minta waktu mas untuk mengkroscek siapa yang menangani, makanya tadi saya minta waktu," singkatnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved