Breaking News:

Virus Corona di Jember

Lonjakan Kasus Baru Covid-19 di Jember Hampir Setiap Hari, Satgas Kembali Tekankan Disiplin 3M

Terjadi lonjakan kasus positif virus corona Covid-19 baru hampir setiap hari di Kabupaten Jember.

TRIBUNMADURA.COM/SRI WAHYUNIK
Pelanggar protokol kesehatan di Jember yang dihukum Satgas Penanganan Covid-19, Selasa (24/11/2020) 

TRIBUNMADURA.COM, JEMBER - Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember kembali menekankan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan pada masa pandemi virus corona.

Sebab sampai saat ini, disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, mencuci tangan memakai sabun) masih menjadi resep menekan penularan Covid-19.

“Dalam suasana pandemi Covid-19 saat ini, kami imbau agar semua pihak mematuhi protokol kesehatan dengan senantiasa memakai masker, jaga jarak aman dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun, dan menghindari kerumunan massa,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jember, Gatot Triyono, Rabu (25/11/2020).

Akhir-akhir ini, terjadi lonjakan kasus positif baru hampir setiap hari di Kabupaten Jember.

Karenanya, Gatot menegaskan, penerapan dan patuh pada protokol kesehatan itu menjadi keharusan.

“Hal tersebut harus kita lakukan bersama-sama demi keselamatan kita bersama. Kita harus selamat bersama-sama,” tegas pria yang juga Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember itu.

Gatot juga menyampaikan, masyarakat bisa terbebas dari situasi pandemi apabila semua komponen masyarakat tanpa kecuali disiplin mematuhi protokol kesehatan.

“Hanya dengan disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan, maka kita akan terhindar dari penularan virus korona,” tegasnya.

Dia menuturkan, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember dalam menghadapi penularan virus corona itu telah menyediakan sejumlah fasilitas pencegahan seperti alat cuci tangan, juga melakukan penyemprotan disinfektan bersama instansi lain.

Di samping itu, pemerintah bersama tokoh masyarakat dan agama menyepakati untuk meningkatkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

Sanksi diberikan kepada pelanggar protokol kesehatan yang terjaring melalui operasi yustisi.

“Pemerintah bersama aparat penegak hukum mengacu pada azas salus populi suprema lex esto, yang artinya keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi,” tegasnya.

Sementara itu, dalam operasi yustis di depan Kantor Perhutani Jember Jl S Parman, Rabu (25/11/2020), terjaring 110 orang yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Mereka beraktivitas di luar rumah tanpa memakai masker.

Petugas memberikan dua jenis sanksi kepada mereka. Dari 110 orang itu, 30 orang pelanggar dijatuhi sanksi denda yakni membayar Rp 30.000.

Sedangkan 80 orang sisanya, dijatuhi sanksi sosial yakni kerja sosial membersihkan area sekitar lokasi operasi yustisi.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved