Breaking News:

Berita Sampang

Pemkab Minta Rumah Dinas Segera Dikosongkan, DPRD Bakal Pertemukan Guru dengan Bupati Sampang

Pemkab Sampang meminta Rumah Dinas (Rumdis) di sebelah barat Pasar Margalela Kecamatan Sampang agar segera dikosongkan.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Suasana saat sejumlah Guru SD dan Kepala Sekolah SD di Kabupaten Sampang, Madura menggelar audensi di Gedung DPRD Kabupaten Sampang, Senin (7/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang meminta Rumah Dinas (Rumdis) di sebelah barat Pasar Margalela, Jalan Syamsul Arifin, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang agar segera dikosongkan.

Penolakan dalam keputusan pemerintah daerah terjadi hingga sejumlah guru SD dan Kepala Sekolah SD melakukan audensi di Gedung DPRD Sampang, Senin (7/12/2020).

Para guru yang tergabung dalam Paguyuban Warga Perumahan Guru menolak karena rumah dinas akan digusur sebagai perluasan pasar setempat.

Sedangkan untuk rumah dinas yang berlokasi di depan SMK Negeri 2 Sampang dilakukan pendataan kembali agar guru yang menempati tepat sasaran.

Baca juga: Tertimpa Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Sumenep, Pengendara Motor Mengalami Luka di Kepala

Baca juga: Kalina Oktarani Dibuat Terharu oleh Vicky Prasetyo, Dilamar dan Dinyanyikan Lagu Romantis: Yes I Do

Baca juga: Nia Ramadhani Kebingungan Kartu Debit Minus saat Asyik Belanja di Amerika, Padahal Tajir Melintir

Baca juga: Pengembangan Wisata Goa Lebar Sampang Terkendala Anggaran, Pemkab Butuh Dana Sebesar Rp 13 Miliar

Pantauan di lokasi, audensi dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sampang, Fadol dan diikuti oleh perwakilan komisi I, II, dan IV.

Kemudian, hadir Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Saryono, Kepala Bidang Aset Pemkab Sampang Bambang Indra Basuki, dan Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Nor alam.

Salah satu guru yang bertempat tinggal di Rumdin, Bayu Setiawan mengatakan bahwa, kehadirannya datang ke audensi untuk meminta kebijakan kepada pemerintah daerah atas rencana penertiban di Rumdin, terutama kepada Bupati Sampang.

Pihaknya sangat berharap kepada Bupati Sampang agar memperhatikan nasib guru yang sudah berpuluhan tahun tinggal di Rumdin.

 

"Terlebih sekarang situasinya lagi pandemi Covid-19, terus terang mencari tempat tinggal secepat atau dalam waktu sesingkat ini sangat sulit, jadi kami mohon kepada Bapak Bupati untuk mempertimbangkan lagi kebijakan ini," ujarnya setelah mengikuti audensi.

Pria yang berprofesi sebagai guru di SD Negeri Tanggumong 2 itu mengaku, jika dirinya tinggal di Rumdin tepatnya di depan SMKN 2 Sampang sejak masih duduk di sekolah SD kelas 6 tahun 1998.

Pada saat itu, dirinya tinggal bersama kedua orangtuanya karena ibunya seorang guru dan saat ini ia tetap tinggal di Rumdin itu karena juga diangkat sebagi guru.

"Dari keputusan audensi, kami disarankan langsing berbincang kepada Bapak Bupati, semoga secepatnya kita bisa bertemu dengan beliau," ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Sampang, Fadol menyampaikan, jika dari hasil audensi yang dilakukan, pihaknya akan memberikan fasilitas paguyuban guru agar bertemu dengan Bupati Sampang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved