Berita Malang

Perkuliahan Mahasiswa Universitas Brawijaya Semester Genap 2021 Tetap Daring, Bagaimana Praktikum?

Rektor Universitas Brawijaya Malang memutuskan meneruskan perkuliahan daring untuk semester genap tahun akademik 2020/2021.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/Sylvianita Widyawati
Kawasan bundaran Universitas Brawijaya (UB) Malang 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Rektor Universitas Brawijaya Malang, Prof Nuhfil Hanani mengatakan, ada beberapa praktikum mahasiswa perkuliahan yang masih luring.

Prof Nuhfil Hanani mewajibkan, civitas akademika Universitas Brawijaya yang melangsungkan praktikum secara luring agar memperhatikan prokol kesehatan ketat.

"Benar. Tetap daring. Kecuali ada beberapa praktikum dll yang luring tapi dengan protokol ketat," kata Prof Nuhfil Hanani ketika dikonfirmasi suryamalang.com ( grup TribunMadura.com ), Rabu (9/12/2020).

Sebelumnya, Rektor Universitas Brawijaya memutuskan meneruskan perkuliahan daring untuk semester genap tahun akademik 2020/2021.

Baca juga: Rektor Universitas Trunojoyo Madura Muh Syarif Sembuh Covid-19, Diwajibkan Isolasi Mandiri

Baca juga: Rektor Universitas Brawijaya Putuskan Perkuliahan Semester Genap 2021 Tetap Gunakan Daring

Baca juga: Dosen Unej Meninggal Dunia Karena Covid-19, Satu Karyawan Bagian Keuangan Kampus Juga Terpapar

Surat Rektor Universitas Brawijaya tentang rencana perkuliahan daring semester genap keluar pada Selasa (8/12/2020) dan telah beredar di media sosial.

Surat itu ditujukan pada para wakil rektor, dekan fakultas, direktur pascasarjana, direktur pendidikan vokasi dan direktur PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama) di Jakarta dan Kediri Universitas Brawijaya.

Dalam surat itu disebutkan juga, penyelenggaraan penelitian dan kegiatan lapangan dapat diselenggarakan luring asal sudah dipastikan civitas akademi dan mahasiswa Universitas Brawijaya dalam kondisi sehat.

Untuk itu mahasiswa vokasi dan S1 Universitas Brawijaya wajib mendapatkan persetujuan dari orangtua atau wali yang menanggung.

Mereka juga harus menerapkan protokol kesehatan dan izin dari dekan fakultas/direktur pasca/vokasi/PSDKU.

Rektor juga minta agar pimpinan fakultas/program wajib memastikan seluruh kegiatan sesuai SOP dan prokes.

Pimpinan fakultas melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap pembelajaran sesuai prokes.

Baca juga: HASIL PILKADA MALANG 2020 - Update Real Count KPU di pilkada2020.kpu.go.id: Sanusi Unggul, Cek Data

Baca juga: Dinas Pertanian Pamekasan Ajak Petani Budidaya Porang, Keuntungan Bisa Capai Rp 500 Juta Per Hektar

Sebelumnya, telah keluar SE Dirjen Dikti nomer 6/2020 yang merupakan pelaksanaan dari SKB 4 menteri yang membolehkan adanya pembelajaran tatap muka mulai Januari 2020.

Namun tidak serta merta dan tetap ada koordinasi antara Satgas Covid kampus dengan Satgas daerah di mana kampus berada.

Jumlah mahasiswa UB sangat banyak. Setiap angkatan sekitar 13.000 an. Sejak kuliah daring, suasana kampus relatif sepi.

Pekan lalu, Ketua Monitoring Evaluasi Fasilitasi Implementasi UB, Prof Unti Ludigdo menyampaikan ada 75 civitas akademi UB yang konfirmasi positif Covid-19.

Sebanyak 12 orang telah meninggal dunia. Di sisi lain, perkembangan data konfirmasi positif Covid-19 di Malang Raya dan nasional terus meningkat. 

Universitas Brawijaya
Universitas Brawijaya (Shutterstock.com)

75 Civitas Akademika Universitas Brawijaya Positif Covid-19

Sebanyak 75 civitas akademika Universitas Brawijaya Malang terkonfirmasi positif Covid-19 selama periode Juli - Desember 2020.

Dalam sepekan ini, ada tambahan 10 orang civitas akademika Universitas Brawijaya yang positif Covid-19.

"Pertama kali kasusnya pada Juli 2020 pada Prof Ali pada Juli 2020," kata Ketua Monevfas Universitas Brawijaya, Prof Unti Ludigdo dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (3/12/2020).

Pada Rabu (2/12/2020), Wakil Rektor IV Universitas Brawijaya, Prof Sasmito Djati mengkonfirmasi jika ia positif Covid-19.

Ia menuturkan, civitas akademi yang terkonfirmasi itu non mahasiswa, artinya, hanya dosen dan tenaga kependidikan.

Mereka yang terkonfimasi positif ada yang dirawat di rumah sakit dan isolasi mandiri.

"Alhamdullilah ada yang masih bisa di rumah sakit. Alhamdullilah ini artinya masih mendapatkan tempat perawatan di rumah sakit," kata Unti.

Sebagian lagi yang sehat melakukan isolasi mandiri di rumah atau tempat yang memungkinkan untuk dilakukan.

Ada juga yang di safe house yang disediakan pemkot dan pemkab. Dari mereka yang positif dari tiga klaster, yaitu klaster pelatihan kasek SMK se Jatim dan klaster partnership, dan klaster di kegiatan audit internal.

"Sebab ini kan sudah menjelang akhir tahun. Sebenarnya juga di luar kampus. Sehingga beberapa dosen dan tendik terkena," kata mantan Dekan Fisip UB ini.

Mengingat hal itu, ia mengimbau seluruh civitas akademi Universitas Brawijaya untuk melaksanakan 4M, yaitu mencuci tangan dengan sabun dengan air mengalir, memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumuman.

Ia menyatakan, sebagian besar kasus konfirmasi positif bukan dari dalam kampus. Tapi dari luar kampus.

Sebab, kata dia, civitas akademi UB adalah juga ada bagian dari komunitas/masyarakat.

Dikatakan Unti, kondisi ini tak hanya terjadi di kampus UB, tapi juga kampus lainnya.

UB tersorot karena relatif terbuka memberikan informasi pada hal ini.

"Tujuannya agar bisa melihat perkembangannya pada kasus-kasus yang ada sehingga bisa dikendalikan," paparnya.Sylvianita Widyawati

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved