Breaking News:

Berita Malang

Rektor Universitas Brawijaya Putuskan Perkuliahan Semester Genap 2021 Tetap Gunakan Daring

Surat Rektor Universitas Brawijaya tentang rencana perkuliahan daring semester genap keluar pada Selasa (8/12/2020).

TRIBUNMADURA.COM/SYLVIANITA WIDYAWATI
Kawasan depan kampus Universitas Brawijaya, Rabu (29/1/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Rektor Universitas Brawijaya Malang, Prof Nuhfil Hanani memutuskan, meneruskan perkuliahan daring untuk semester genap tahun akademik 2020/2021.

Surat Rektor Universitas Brawijaya tentang rencana perkuliahan daring semester genap keluar pada Selasa (8/12/2020) dan telah beredar di media sosial.

Surat itu ditujukan pada para wakil rektor, dekan fakultas, direktur pascasarjana, direktur pendidikan vokasi dan direktur PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama) di Jakarta dan Kediri Universitas Brawijaya.

Baca juga: 75 Civitas Akademika Universitas Brawijaya Malang Positif Covid-19 Dalam Kurun Waktu 6 Bulan

Baca juga: 17 Orang Civitas Akademika Universitas Jember Positif Covid-19, Kampus Disterilisasi Penuh

Baca juga: Hasil Pilkada Malang 2020: Malang Jejeg Berbesar Hati Terima Kekalahan Heri Cahyono - Gunadi Handoko

"Benar. Tetap daring. Kecuali ada beberapa praktikum dll yang luring tapi dengan protokol ketat," jelas Nuhfil ketika dikonfirmasi suryamalang.com ( grup TribunMadura.com ), Rabu (9/12/2020).

Dalam surat itu disebutkan juga, penyelenggaraan penelitian dan kegiatan lapangan dapat diselenggarakan luring asal sudah dipastikan civitas akademi dan mahasiswa Universitas Brawijaya dalam kondisi sehat.

Untuk itu mahasiswa vokasi dan S1 Universitas Brawijaya wajib mendapatkan persetujuan dari orangtua atau wali yang menanggung.

Mereka juga harus menerapkan protokol kesehatan dan izin dari dekan fakultas/direktur pasca/vokasi/PSDKU.

Rektor juga minta agar pimpinan fakultas/program wajib memastikan seluruh kegiatan sesuai SOP dan prokes.

Pimpinan fakultas melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap pembelajaran sesuai prokes.

Sebelumnya, telah keluar SE Dirjen Dikti nomer 6/2020 yang merupakan pelaksanaan dari SKB 4 menteri yang membolehkan adanya pembelajaran tatap muka mulai Januari 2020.

Namun tidak serta merta dan tetap ada koordinasi antara Satgas Covid kampus dengan Satgas daerah di mana kampus berada.

Jumlah mahasiswa UB sangat banyak. Setiap angkatan sekitar 13.000 an. Sejak kuliah daring, suasana kampus relatif sepi.

Pekan lalu, Ketua Monitoring Evaluasi Fasilitasi Implementasi UB, Prof Unti Ludigdo menyampaikan ada 75 civitas akademi UB yang konfirmasi positif Covid-19.

Sebanyak 12 orang telah meninggal dunia. Di sisi lain, perkembangan data konfirmasi positif Covid-19 di Malang Raya dan nasional terus meningkat. Sylvianita Widyawati

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved