Virus Corona di Malang

Kasus Covid-19 di Kota Malang Melonjak, Wali Kota Sutiaji Batal Beri Izin Wisuda Tatap Muka

Wali Kota Malang Sutiaji batal memberi izin wisuda secara tatap muka karena melonjaknya kasus positif Covid-19 di Kota Malang.

TRIBUNMADURA.COM/m
Wali Kota Malang, Sutiaji saat ditemui wartawan TribunMadura.com. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Wali Kota Malang Sutiaji batal memberi izin wisuda secara tatap muka karena melonjaknya kasus positif Covid-19 di Kota Malang.

Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Wali Kota Malang Nomor 30 Tahun 2020 tentang pelaksanaan wisuda dalam tatanan normal baru.

Baca juga: Anggota DPR RI H Syafiuddin Asmoro Prioritaskan Bus Sekolah untuk STAI Syaichona Cholil Bangkalan

Baca juga: Bawaslu: 2 TPS Berpotensi Dilakukan Pemungutan Suara Ulang, KPU Sumenep Masih Dalam Pengkajian

Baca juga: Tiga Taman di Kabupaten Sampang Madura Jadi Sasaran Maling, Kursi hingga Pompa Air Raib

Dalam SE tersebut menjelaskan, agar seluruh perguruan tinggi swasta atau negeri di Kota Malang tidak melakukan wisuda secara tatap muka. 

Prosesi wisuda hanya diperbolehkan melalui daring demi  mengurangi risiko penyebaran Covid-19 di Kota Malang.

"Saya buat surat edaran ke semua perguruan tinggi untuk larangan wisuda tatap muka. Karena sekarang sudah ada klaster kantor juga," ucap Wali Kota Malang, Sutiaji Jumat (11/12).

Dalam SE tersebut tertulis, bahwa edaran yang diberikan tersebut dalam rangka melaksanakan diktum pertama Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Yakni dengan menginstruksikan Kepala Daerah agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan fungsi tugas dan kewenangan masing-masing dalam mencegah dan mengendalikan Covid-19.

SE Wali Kota Malang Nomor 30 Tahun 2020 juga menindaklanjuti hasil rapat koordinasi antara Gubernur Jawa Timur bersama Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya dengan kepala daerah di wilayah Malang beberapa hari lalu di Balai Diklat BPSDM Kota Malang.

"Artinya ini rektor maupun pimpinan perguruan tinggi menjaga situasi kondusif aman dan tertib di masing-masing perguruan tinggi. Sehingga memberikan ketenangan kepada masyarakat dalam menyikapi situasi dan kondisi dampak dari Covid-19," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved