Breaking News:

Berita Surabaya

Sikapi Penanganan Kasus Habib Rizieq Shihab, Ulama Jawa Timur Ajak Masyarakat Tak Terprovokasi

Habib Rizieq Shihab ditahan di Polda Metro Jaya terkait kasus kerumunan. Ulama Jawa Timur mengajak masyarakat agar tidak terprovokasi.

Tribunnews/Jeprima
Imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, didampingi kuasa hukumnya, Munarman, tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ditahan di Polda Metro Jaya terkait kasus kerumunan di Petamburan 14 November 2020, Minggu (13/12/2020) dini hari.

Saat keluar dari ruang pemeriksaan di ruang Ditreskrimum Polda Metro Jaya pukul 00.15, Rizieq langsung digiring ke mobil tahanan.

Dilansir dari Kompas.com, kedua tangan Rizieq terikat cable ties. Ia mengangkat kedua tangannya yang terikat itu sehingga tampak jelas tersorot kamera awak media.

Mengantisipasi potensi kegaduhan dan gangguan kamtibmas, ulama-ulama di Jawa Timur mengajak umat islam di Jawa Timur khususnya Surabaya, agar tidak terprovokasi.

Seperti yang disampaikan KH. Drs Abdul Mutholib, A.M, M.M, ketua MUI Jawa Timur bidang hubungan ulama umaroh.

Baca juga: Respon Hotman Paris Saat Diminta Jadi Pengacara Habib Rizieq: Banyak yang Lebih Hebat dari Hotman

Baca juga: Pendaftaran CPNS 2021 Mulai April-Mei, Ini Syarat Umum & Dokumen yang Harus Disiapkan dari Sekarang

Baca juga: Terbaru, Promo Alfamart Senin 14 Desember 2020, Promo Kebutuhan Rumah Tangga hingga Diskon Camilan

Baca juga: Promo Indomaret Senin 14 Desember 2020, Promo Serba Beli 2 Gratis 1 hingga Promo Heboh Minyak Goreng

Abdul Mutholib mengimbau agar umat Islam di Jawa Timur tetap bersabar dan tidak terpancing provokasi yang dibuat oleh orang tidak bertanggung jawab.

"Terkait kasus yang menimoa tokoh kita, ulama kita mari kita sikapi dengan kedewasaan dan sabar. Kita percayakan prosesnya kepada pihak yang berwajib. Jadi kami imbau juga umat agar tidak terprovokasi oleh sesuatu yang tidak jelas asalnya," kata Abdul Mutholib, Senin (14/12/2020).

Abdul Mutholib juga meminta agar umat islam di Jawa Timur dan Surabaya tetap menjaga kerukunan dan persatuan untuk menciptakan kondusifitas kota Surabaya.

"Kita tetap jaga silaturahim, jaga persatuan dan kerukunan. Ciptakan kondusifitas kota Surabaya. Jawa Timur, Surabaya adalah rumah kita. Mari kita jaga bersama-sama," tandasnya.

Sementara itu, Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo berucap terima kasih kepada warga Surabaya termasuk para ulama-ulama di Jawa Timur khususnya di Surabaya yang tetap bersama Polri menjaga kondusifitas.

"Terima kasih kepada para ulama dan tokoh masyarakat dan masyarakat sendiri yang mendukung terciptanya kondusifitas kota Surabaya dan Jatim umumnya yang kita cintai. Semoga suasana rukun, tertib dan nyaman serta aman ini akan terus berlangsung sampai kapan pun," singkatnya.

Baca juga: Momen Bupati Lumajang Disuapi Perawat saat Terinfeksi Covid-19 Viral di Media Sosial, Intip Fotonya

Baca juga: Beredar Pesan Hoaks Larangan ke Kota Malang karena Zona Hitam Covid-19, Ini Penjelasan Polisi

Baca juga: CEK REKENING! Akhirnya BLT Subsidi Gaji Cair Lagi, Login kemnaker.go.id Apakah Anda Dapat atau Tidak

Baca juga: Cek Nama Anda di Link, Ternyata Ini Penyebab BLT UMKM Rp 2,4 Juta Tahap 2 Tidak Cair ke Rekening

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved